0 views

Semua Proyek Pemerintah, di Berbagai Institusi Dipastikan Ada Main

FOKUS – Semua proyek pemerintah, di berbagai institusi dipastikan ada main. Bahkan, bisa disebut korupsi. Pasalnya, perusahaan atau rekanan yang memenangkan tender, dipastikan menyetorkan sejumlah fee atau uang jatah untuk mendapatkan proyek yang bisa disebut korupsi. Diakui pengusaha yang menang tender pengadaan logistik bahan kampanye pada pemilihan walikota Bandarlampung, fee itu sebagai cara yang manusiawi.

Namun demikian, Direktur CV Suryagroup Surya Abdul Jalil yang menang tender pengadaan bahan kampanye yang meliputi baliho, spanduk dan umbul-umbul tersebut membantah jika fee proyek disebut korupsi. “Jangan nanya seperti itu, itukan (fee proyek) manusiawi. Tanya yang lain saja ya,” ucap Surya Abdul Jalil pada HarianFokus.Com, Senin (7/9/2015).

Diwawancarai usai penandatanganan kontrak pengerjaan bahan kampanye di kantor KPU Kota Bandarlampung, Surya juga menyatakan, pihaknya dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Yakni, 15 hari.

“Mudah-mudahan selesai tepat waktu bahkan mungkin akan lebih cepat, paling lama sepuluh hari.Sedangkan waktu yang diberikan KPU 15 hari, kalau tidak ada kendala paling lama pengerjaannya sepuluh hari,” kata dia.

Pria berkepala plontos ini menyatakan, untuk pengerjaan bahan kampanye tersebut, pihaknya akan lebih mendahulukan cetak baliho sesuai permintaan KPUD.
“Untuk baliho memang pengerjaannya akan didahulukan, pemasangannya pun akan kita lakukan sendiri di 15 titik se-Bandarlampung. Jadi, untuk baliho ini paling lama tiga hari sudah bisa terpasang,” ujar Surya.

Sementara, anggota KPU Bandarlampung Dedi Triadi menyatakan, penunjukkan rekanan yang mengerjakan proyek percetakan tersebut, bukan karena korupsi atau fee yang diberikan rekanan. Sebab, penawarannya lebih murah dan berkualitas. Namun demikian, dia menjelaskan, penunjukan pengerjaan menjadi wewenang ULP IAIN Radin Intan sebagai panitia pengadaan tender.

“Itukan berdasarkan penawaran di ULP IAIN, dan mereka terendah dan memenuhi persyaratan dokumen,” kata Pokja Logistik Pilwakot Bandarlampung ini.

Disampaikan Dedi, setelah penandatanganan kontrak, maka  dua perusahaan percetakan tersebut langsung bekerja dengan waktu 15 hari. Mantan Komisioner KPID Lampung ini menjamin pemenang tender logistik bisa tepat waktu.

“15 hari kita berikan pekerjaannya sesuai dengan aturan, dan mereka sanggup,” ungkapnya.

Setelah pengerjaan logistik selesai, ungkapnya, masing-masing tim pemenang atau leassion officier (LO) pasangan calon diminta mengambil langsung logistik di KPU Bandarlampung.

“Nanti setelah semuanya beres dicetak, LO akan kita undang untuk mengambil bahan kampanye dan APK (alat peraga kampanye) di Kantor KPU Bandarlampung,” kata Dedi pada HarianFokus.com.

Diketahui, pemenang tender bahan kampanye dimenangkan CV.Suryagroup dengan penawaran Rp682.227.000 dari Pagu Rp 718.140.000 menyisihkan CV.Tawakal yang sebelumnya selalu menjadi perusahaan spesialis logistik KPU Lampung.

Sementara untuk pengerjaan alat peraga kampanye (APK) yang meliputi player, lifelite, brosur, dan poster dimenangkan CV.Mitra Media Pustaka yang beralamat di Klaten, Jawa Tengah.Perusahaan ini mengajukan penawaran senilai Rp348.113.799 dari Nilai Pagu Paket Rp 581.755.000 dengan kode lelang 57403.(win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *