79 views

Ini Alasan Kecamatan Kedaton Rawan Kriminalitas

BpolsekANDARLAMPUNG- Kepolisian Sektor (Polsek) Kedaton mengaku masih kurang personil untuk mengamankan daerahnya. Pasalnya, jika merujuk dari sistem pengamanan ideal internasional satu personil maksimal mengamankan 300 sampai 350 warga.

Sementara, Polsek Kedaton yang memiliki 120 personil, harus mengamankan daerah berpenduduk 180.594 jiwa dengan luas wilayah 36,82 km. Menurut Kasi Humas Polsek Kedaton, Iptu Syarif Yennie, 120 personil yang dimiliki Polsek Kedaton harus dibagi lagi untuk mengamankan empat kecamatan, yakni Kecamatan Kedaton dengan jumlah penduduk 47.197 jiwa, Tanjung Seneng 44.042 jiwa, Rajabasa 46.210 jiwa, dan Labuhan Ratu 43.154 jiwa.

Namun demikian, sambung dia, minimnya personil tidak mengurangi niat anggota untuk tetap menjalankan tugas polri, melindungi serta mengayomi masyarakat.

“Sekarang ini yang ada baru Subsektor, seperti di Rajabasa dan Tanjung Seneng. Semua itu kita lakukan untuk mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Syarif pada harianfokus.com, kemarin.

Ditanya seputar pengaman, Syarif mengakui sedikit kewalahan. “Jelas kami kurang maksimal, seharusnya satu anggota mengamankan 300 sampai 350 warga, di sini kami sekarang,  satu anggota mengamankan 1504 sampai 1505 warga,” kata dia.

“Jelas kami kurang maksimal, seharusnya satu anggota mengamankan 300 sampai 350 warga, di sini kami sekarang,  satu anggota mengamankan 1504 sampai 1505 warga,”

Terpisah, Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih menyatakan, pihaknya memang mempunyai keingingan untuk menambah Polsek di beberapa kecamatan yang belum terbentuk. Namun demikian, pembentukan Polsek bukanlah perkara yang mudah, selain harus tersedianya anggaran, juga perlu persetujuan dari Mabes Polri.

 “Ya mau gimana, anggaran kita  minim dan perlu persetujuan dari Mabes, serta kecukupan personil  itu menjadi hal penting untuk kita bisa membuat polsek baru,” kata dia.

Dicontohkan dia, pembangunan Kantor Brimob Waykanan yang sudah dicanangkan jauh hari,  lokasi seperti tanah sudah tersedia pun hingga kini masih mangkrak akibat tidak adanya anggaran pembangunan. “Di Waykanan saja belum terealisasi karena tidak tersedia anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, berbagai aksi pencurian, kriminalitas lain sangat sering terjadi di wilayah Kecamatan Kedaton. Belum lama ini bahkan terjadi penembakan anggota Brimob oleh begal. Sejumlah warga yang diminta komentarnya berharap, Subsektor Tanjungsenang dan Rajabasa segera dijadikan Polsek. “Bukan hanya petugas jaga saja,” ujar Ahmad (32), warga yang tinggal di Kampung Baru, kemarin.

Ahmad menuturkan, seminggu lalu sepeda motornya hilang. Sekira jam 23.30 dia mendatangi kantor Subsektor Rajabasa. Selain hanya ada satu petugas yang tidur, polisi itu juga enggan menerima laporan kehilangan sepeda motornya. “Saya malah disuruh, lapor besok siang saja di Polsek Kedaton, di sini hanya petugas jaga, bagaimana kami warga ini bisa aman untuk lapor saja susah,” kata Ahmad. (wawan irawan)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *