0 views

Ini Cara Gepeng Lepas dari Razia Pol-PP

BANDARLAMPUNG- Razia rutin yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bandarlampung terkait maraknya gelandangan dan pengemis (Gepeng) dan anak jalanan (Anjal) terkesan tidak maksimal, bahkan bisa dikatakan selalu gagal. Selain masih banyaknya Gepeng dan Anjal di beberapa titik di pusat keramaian Kota Bandarlampung, beberapa Gepeng yang ditemui harianfokus.com mengakui, punya trik khusus untuk mengelabui petugas.

Salah satu Gepeng di Jembat Penyeberangan (JP) Ramayana yang mengakui bernama Mak Inem bercerita, selama mengemis kurang lebih lima tahun ini, tidak pernah terjaring razia petugas Pol-PP. “Kalau saya belum pernah diangkut petugas,” kata Mak Inem yang diwawancarai di JP Ramayana.

Perempuan separuh baya ini menjelaskan trik untuk mengelabui petugas yakni dengan berpura-pura menjadi tukang rongsok. “Saya selalu membawa karung setiap mangkal, kalau ada petugas (Razia Pol-PP) saya tidak terjaring karena saya bilang saya pencari rongsokan. Kalau kita bilang begitu petugas akan percaya dan tidak akan mengangkut kita,” kata dia sambil tertawa.

Di tempat berbeda, di JP Bambu Kuning, Tatik, mengaku sudah pernah terjaring razia Pol-PP. Namun, jika dihitung-hitung dirinya mengaku sering banyak lolos dibandingkan terjaring. Caranya, belajar dari Mak Inem, teman seprofesinya. Yakni membawa karung yang berisi rongsok. “Sudah pernah diangkut Pol-PP, cuma beberapa kali, sering lolosnya,” kata Tatik.

Bahkan, Tatik mengaku sudah pernah digelandang ke Dinas Sosial, namun dirinya mengaku dibiarkan kabur dari tempat tersebut.

“Saya enggak betah juga di situ (penampungan Dinsos), kalo makan lauknya tidak enak, tidurnya berdempet-dempetan sama penghuni lain,” cerita dia.

Diketahui untuk menertibkan Gepeng dan Anjal, Pemerintah Kota Bandarlampung sudah mengeluarkan Perda Nomor 3 Tahun 2010 yang mengatur dengan tegas larangan memberi sumbangan kepada anak jalanan, gelandangan, dan pengemis. (fitriawan)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *