Lurah Rajabasa Siap jadi Bapak Anak Punk

Kota tapis berseri ini, belakangan sering diwarnai aksi atraktif dari sekelompok anak punk. Dari yang mengejutkan karena tiba-tiba serombongan anak punk berlarian seperti mengejar-ngejar maling, sampai menyanyi dengan hanya tepuk-tepuk tangan di perhentian lampu merah.

PANTAUAN harianfokus.com, lampu merah yang banyak anak punk ada di perempatan jalan Untung Suropati. Beberapa di antaranya perempuan. Kemudian di dekat terminal rajabasa, beberapa anak punk asyik menghisap kaleng lem.

Fenomena anak punk di Bandarlampung kian mengkhawatirkan. Persoalan itu, direspon serius jajaran pemerintah kota. Di Kelurahan Rajabasa misalnya, di beberapa titik yang sering jadi pangkalan anak punk, langsung didatangi Lurah Diki Elman Soni.

Dia mengaku prihatin melihat maraknya anak punk. Menurut pria berusia 49 tahun ini, perlu perhatian khusus untuk meminimalisir terus bermunculannya anak punk. Salah satunya melakukan pembinaan atau pendekatan, selain mencegah mereka berbuat anarkis. Namun demikian, menurut dia, anak punk harus tetap dipandang sebagai manusia.

“Kalau kita lihat kondisi anak punk yang sangat buruk itu, kita harus kasihan. Mereka sepertinya perlu perhatian khusus untuk melakukan pembinaan, memberi ketrampilan misalnya,” kata Diki, Jumat (9/10/2015).

Diakui Diki, keberadaan anak punk memang sedikit mengganggu warga namun mendiskriminasikan kehadiran mereka bukanlah solusi yang baik. “Saya sebagai lurah ya harus siap menjamin ketentraman warga saya, tanpa ada yang dirugikan.Termasuk saya siap membina anak punk agar hidup mereka lebih terarah demi masa depan mereka sendiri,” ujarnya.

Dengan jabatan yang diemban, Diki Elman Soni ingin memberi pembinaan  dan pandangan positif  terhadap anak-anak punk. Agar kehadiran mereka bisa diterima masyarakat.

Namun dirinya menegaskan, niatnya untuk membina anak punk sulit terwujud, perlu kerja sama antara Pemkot dan anak-anak punk itu sendiri.

“Kalo bisa dari Pemkot seperti Dinas Sosial punya agenda terkait pembinaan anak punk dengan melibatkan unsur pemerintah di level bawah seperti lurah,” ujarnya.(ade putra)

Bagikan berita ini:

Satu tanggapan untuk “Lurah Rajabasa Siap jadi Bapak Anak Punk

  • 26 Februari 2016 pada 02:34
    Permalink

    Masihbbanyak yah penilaiyan anak punk yg nge-lem !! Anak punk termasuk kota saya sukabumi jawabarat tidak ada yg ngelem … Kecuali anak2 jalanan yg gajelass ! Yatrimakasih yg udah buat iklan foto saya yg memakai baju merah samping pak lurah dan teman2 saya dri berbagai kota 🙂 mkasih jugabbuat pak lurah rajabasa yg udh suport kami.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *