3 views

Mahasiswa Sebut Pejabat Unila Korupsi

BANDARLAMPUNG– Puluhan mahasiwa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Lintas Nusantara (Foemalin) dan Gerakan Rakyat untuk Demokrasi (Garuda) menggelar aksi unjuk rasa (unras) di depan gerbang Unila, Selasa (13/10/2015) siang.

Mereka menuntut akibat adanya dugaan korupsi pada sejumlah pengadaan yang bersumber dari APBN dan APBD. “Kami melihat aroma KKN dalam pengadaan buku perpustakaan senilai 9,5 miliar, pengadaan alat lab Fakultas Tekhnik senilai Rp.65 miliar,” ujar Riswan, korlap aksi dalam pernyataan sikapnya.

Unras yang berlangsung damai berjalan sekitar jam 09.00 WIB sampai jam 11.00 WIB. Terlihat 30 orang massa. Riswan Said (23) selaku koordinator lapangan mengungkapkan bahwa aksi itu merupakan unras kedua yang telah dilakukannya. Namun demikian, pihak Unila belum merespon mereka.

“Ini aksi kami yang kedua, karena aksi kami yang pertama tidak digubris. Kalau memang apa yang kami sampaikan salah, harusnya pihak Unila memanggil atau tuntut kami dong, kalau gak ada respon begini kan tambah curiga,” ungkap Riswan.

Formalin dan Garuda memaparkan hasil temuan mereka terkait penyimpangan pada pemelihara gedung Puskom Unila, senilai Rp. 1,2 miliar.

“Ada indikasi kongkalikong pada pemenangan tender proyek itu,” kata dia.

Sebelum membubarkan diri pada pukul 11.00 WIB, mahasiwa yang tergabung dalam Formalin dan Garuda itu sempat membacakan pernyataan sikap mereka agar Kementerian Riset dan Dikti mengevaluasi kinerja pejabat Unila, mendesak Kejati Lampung segera melakukan pemeriksaan serta meminta kepada BPK memeriksa sejumlah pejabat Unila yang diduga korupsi. (m. sadam)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *