5 views

Kusmini itu Bukan Siapa-siapa di BNN Lampung

 

BANDARLAMPUNG- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung mengatakan staff rehabilitasi atas nama Kusmini, bukan siapa-siapa. Sehingga tak punya hak bicara pada media. (baca: BNN Lepas Semua yang Terjaring Bahkan, pihak BNN Provinsi Lampung merasa keberatan dengan berita itu. Selain mengancam, salah satu petugas di BNN Lampung yang enggan menyebutkan nama, bernada tegas akan melaporkan wartawan harianfokus.com ke Polda Lampung.

“Saya dari BNN Provinsi Lampung, kamu yang menemui Kusmini dan Andi Zohari kemarin, jangan macam-macam, saya tuntut anda di Polda, Kusmini itu bukan siapa-siapa di BNN,” tegas suara dari nomor telepon kantor 0721-770229 itu, Jumat (16/10).

Berita itu dinilai tidak sesuai karena dilepaskannya mereka, sepuluh orang yang terjaring razia di Karaoke Nirwana dan disebut-sebut sedang pesta narkoba jenis inek, tidak memiliki cukup bukti. “Untuk menahan seseorang itu harus memiliki alat bukti yang cukup, sementara kesepuluh orang tersebut tidak memiliki alat bukti yang cukup,” ujarnya.

Wartawan harianfokus.com akhirnya mengkonfirmasi pada Satpam yang sedang bertugas jaga. Ahmad Subari membenarkan, kalau nomor telepon itu milik BNN Provinsi Lampung yang berada di ruangan umum di bawah pimpinan Suwardi. “Nomor itu memang milik BNN Lampung dan ditempatkan di ruangan umum,” kata dia.

Dikonfirmasi terpisah Kepala BNN Provinsi Lampung, Kombes Zulkifli menjelaskan, benar pihaknya melakukan razia pada Selasa (13/10) dini hari. Namun sepuluh orang yang diduga sedang pesta narkoba jenis pil ektasi (inex) di Karaoke Nirwana itu dilepas dan wajib lapor.

“Kesepuluh orang tersebut kami rehabilitasi karena tidak mempunyai alat bukti,” kata mantan Kabid Humas Polda Riau ini di ruang kerjanya, Jumat (16/10).

Diceritakan Zulkifli, saat dilakukan penggerebekan pihaknya hanya menemukan bekas air minuman beralkohol (jenis bir). Sehingga pihaknya tidak bisa memaksakan untuk menahan. “Kalau tidak memenuhi alat bukti ya tidak bisa juga kita tahan, masalah juga kalau kita menahannya,” ungkap dia.

Minuman yang dijadikan alat bukti awal juga disebutkan, negatif setelah diperiksa ke Jakarta. “Ya, hasilnya negatif, tidak mengandung narkoba,” kata dia.

Kabid Pemberantasan di BNN Lampung A Haris membenarkan jika kesepuluh orang yang berinisial AP, F, BS, RR, CD, MA, MW, EH, AS, dan PA sudah direhabilitasi. “Iya benar, kesepuluh orang itu kami rehabilitasi dan wajib lapor satu minggu satu kali,”singkatnya. (WAWAN IRAWAN/EDWIN FEBRIAN)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *