13 views

Pedagang yang Penuhi Trotoar Mengaku Resmi karena Setor pada Pol-PP

Hak pejalan kaki, benar-benar sudah direnggut di Bandarlampung. Pasalnya, trotoar yang sebenarnya berfungsi untuk pejalan kaki, sekarang telah menjadi lapak para pedagang.

BANDARLAMPUNG-  Muhammad Anton (23) salah seorang warga yang kesal parkir di bahu jalan, lantaran membeli mainan anak-anak. Selain membuat macet, menurut Anton, banyaknya pedagang yang berjualan di pinggir trotoar membuat  Kota Bandarlampung semrawut, apa lagi tumpukan sampah yang ada di sekitar jalan Sultan Agung.

“Lihat saja, apa bagus pemandangan seperti ini, pedagang numpuk dengan berdirinya tenta-tenda di trotoar, selain membuat macet, sampah berserakan numpuk dimana-mana, ini sebentar lagi musim hujan, jangan salahkan siapa-siapa kalau banjir,” kata Anton yang diwawancarai harianfokus.com, Jumat (16/10).

Namun demikian, keluhan Anton dijawab pedagang. Bahwa usahanya resmi. Mereka mengakui punya izin yang sah, membayar salar setiap hari juga membayar sewa setiap bulan. Suryani, salah satu pedagang di trotoar Jalan Sultan Agung mengaku setiap bulan membayar Rp 200 ribu sampai Rp.250 ribu.

“Kami berjualan di sini resmi, selain membayar salar Rp 2000 per hari, kami juga membayar uang tempat  Rp 200- Rp 250 ribu perbulan,” ujar dia.

Ketika ditanya siapa yang menarik uang sewa trotoar, Suryani menjelaskan. “Setiap bulan ada Pol-PP yang ke sini narikin uang bulanan,” katanya.

Banyak pedagang yang mengeluh terkait pungutan yang dilakukan oknum Pol-PP, selain pemasukan tidak pasti, mereka merasa uang sewa trotoar itu sangat mahal.

Di lain tempat, Hamidi yang tempat berjualannya hampir memenuhi trotoar menjelaskan, selain  membayar kepada oknum Pol-PP, ada juga yang menyewa tempat pertahun. Besarannya, Rp.1,5 juta. “Ya, ada yang Rp.200 ribu ada yang Rp.300 ribu, lihat dagangannya. Kalau saya bayar setahun Rp.1,5 juta dan salar sehari Rp.2000,” kata dia. (JUANDA)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *