73 views

Hilangkan Stigma Kampung Begal di Jabung

HARIANFOKUS.COM- Diskriminasi terhadap Kecamatan Jabung yang disebut kampung begal, mendapat penolakan dari berbagai lapisan masyarakat kecamatan yang masuk kabupaten Lampung Timur itu. Aksi penolakan itu bahkan dilakukan oleh para tokoh masyarakat Jabung.

Selain itu, anggota DPRD Lamtim, camat serta kepala desa dan beberapa perwakilan dari tokoh adat, tokoh agama sampai tokoh pemuda mendatangi Korem 043 Gatam, langsung didampingi Dandim 0411/LT Letkol CZI Hari Darmika, Rabu (28/10/2015).

Rombongan disambut langsung oleh Danrem Joko P. Putranto. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menghilangkan stigma kampung begal di Jabung.

Joko P. Putranto mengatakan, pesepsi masyarakat terhadap Jabung sebagai kampung begal ini harus segera dihentikan. Dan mengganti dengan persepsi positif. “Pandangan masyarakat terhadap Kecamatan Jabung sebagai sarang kriminalitas, kampung begal, bahkan sebagai pengekspor begal sudah mengakar. Pandangan ini harus segera diluruskan,” ujar Joko.

Ia juga menyampaikan untuk merubah stigma negatif Jabung sudah ada rencana dan strategi. Namun untuk terlaksananya, perlu bantuan dan kerja sama semua pihak. Termasuk dukungan masyarakat.

“Sebelum saya bertugas menjadi Danrem 043 Gatam, saya sudah memiliki strategi untuk menangani Jabung, tapi untuk terlaksananya rencana ini, saya sangat mengharapkan dukungan masyarakat Jabung itu sendiri,” ungkapnya.

Danrem meminta warga Jabung, segera menyerahkan senjata api (senpi) ilegal yang sering digunakan para begal. Dengan begitu, pelanggaran kriminalitas di Jabung khusunya dan Lampung umumnya, bisa diminimalisir dan sebutan Jabung sebagai “kampung begal” bisa hilang. “Harus kongkrit dan cepat,” kata dia.

Anggota Komisi I DPRD Lamtim, Marhasan yang ikut hadir menanggapi dengan positif dan mendukung langkah yang diambil oleh Danrem. “Menanggapi permintaan Danrem tersebut, sebagai perwakilan masyarakat Jabung, kami menyambut positif. Dan kepada kepala desa, segera menyampaikan permintaan dari Danrem,” tandasnya.

Camat Jabung, M. Ridwan mengatakan, dengan senang hati menerima kegiatan yang akan dilaksanakan di Jabung. “Saya sangat setuju dan dengan senang hati menyambut kegiatan Danrem, dengan kegiatan itu saya berharap dapat merubah stigma masyarakat luar terhadap Jabung,” katanya.

Ridwan menjelaskan, Jabung tidak seperti apa yang dikabarkan atau diberitakan media. “Buruknya stigma Jabung itu karena campur tangan media. Jabung itu aman kok, kalau mereka pernah masuk dan tinggal di Jabung, pasti tidak akan mereka mengatakan kampung begal,” kata dia.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Jabung, Umar Hasan membenarkan bahwa Kecamatan Jabung adalah daerah yang aman. Dan pandangan media terhadap Jabung itu salah. “Padahal daerah kita aman-aman saja dan jauh dari yang namanya begal. Kita hidup damai,” ucap dia. (JUANDA ALI/RED)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *