44 views

Bom Waktu di Pasar Unit 2 Mulai Dibahas Dewan

HARIANFOKUS.COM- Pasar Unit 2 di Kabupaten Tulangbawang, disinyalir bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak suatu saat. Bukan hanya itu, karena penguasaan organisasi tertentu serta maraknya pungutan liar, dapat menjadi pemicu konflik horizontal antarpedagang.

Merespon ancaman itu, DPRD Tulangbawang menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Koperindag untuk mencari solusi terkait laporan 28 pedagang tentang perkembangan pembangunan Pasar Unit 2, sulinya akses naik ke lantai dua, serta tidak jelasnya tarif kios pasar setempat.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tulangbawang, Edison Thamrin menjelaskan, hearing itu dilakukan dewan untuk mencegah kemungkinan yang bisa mengancam iklim kondusif di Unit 2. “Ada banyak masalah di pembangunan pasar Unit 2, jadi harus cepat dicarikan solusinya,” ujar Edison, Selasa (3/11/2015).

Edison meminta agar Dinas PU dan Diskoperindag dapat memberikan penjelasan terkait laporan masyarakat yang merasa dirugikan tersebut. “Maka itulah kami meminta pemaparan secara jelas dari satker terkait mengenai adanya laporan para pedagang ini,” kata dia.

Dalam rapat itu, Kepala Dinas PU Tulangbawang Ferly Yuledi mengatakan, Pasar Unit 2 tidak dibangun sekaligus. Akan tetapi pembangunannya dilakukan secara bertahap. “Pembangunannya bertahap, ya bagaimana mau mengerjakannya sekaligus, anggarannya tidak cukup, yang pastinya tahun anggaran 2016 nanti, kami ajukan akses menuju lantai 2,” kata Ferly.

Sementara Kepala Diskoperindag Tulangbawang, Supriyanti berharap masyarakat, pedagang, dan semua pemangku kepentingan bisa duduk bersama mencari solusi terkait pembangunan Pasar Unit 2. “Ini dikarenakan pembangunan pasar secara bertahap maka itulah kami mengharapkan kerja samanya dalam membenahi Pasar Unit 2 ini,” ujarnya.

Untuk diketahui Pasar Unit 2 hingga saat ini belum dapat disewakan dikarenakan masih dalam proses hibah dari kementerian koperasi, perindustrian dan perdagangan.

Namun demikian, jelas Supriyanti, kios- kios di pasar juga sudah banyak yang ditempati pedagang tanpa sewa.

Ditempat yang sama Wakil Ketua II DPRD Tulangbawang Herwan Saleh menegaskan, bahwa para pedagang Pasar Unit 2 agar dapat secara benar dalam melakukan penataannya, ia juga mengakui kalau pasar itu msih amburadul.

“Mestinya kita melakukan penataan para pedagang secara benar termasuk pedagang buah-buahan yang berada di luar, karena keberadaan para pedagang tersebut mengganggu keindahan pasar. Tolong secepatnya dibenahi,” kata politisi Partai Golkar Tulangbawang ini.

Hearing tersebut, banyak kecaman dan kritik terkait Pasar Unit 2. Kritik disampaikan oleh Wakil Ketua III DPRD Tulangbawang, Hendriwansyah. “Pasar Unit 2 selalu dijadikan ikon permasalahan setiap tahun,” kata politisi PAN itu.

Pasar Unit 2 juga, lanjut Hendriwansyah, merupakan bom waktu yang dapat meledak. Menimbulkan konflik horizontal antarpedagang. “Ada kesan sepertinya pemerintah sudah diatur oleh organisasi yang menguasi pasar tersebut. Selanjutnya, mengapa harus ada pungutan terhadap kios-kios ini meski belum diresmikan,” tegas dia.

Diketahui, konflik dan sengketa di Pasar Unit 2 sudah terjadi sejak 2012 lalu. Sejumlah pedagang pernah beraksi menutup pasar. (SAIDI)

Bagikan berita ini:

Satu tanggapan untuk “Bom Waktu di Pasar Unit 2 Mulai Dibahas Dewan

  • 4 November 2015 pada 06:33
    Permalink

    Pasar Unit II memang amburadul Pak, tata tuhhh yang baik pasar unit II ini, malu Kabupaten Tulang Bawang nya, Lampung Tengah aja bisa apik, kok Tulang Bawang nggak ya….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *