86 views

Lelaki Muda yang Membawa Tas Selempang Kulit

Masih ingat tas Lupus? Bagi anak yang lahir di era 80an ke atas, tentu masih merasakan gaya super keren macam itu. Membawa tas selempang dari kain, mengunyah permen karet dan baju lengan pendeknya digulung dua lipatan ketat, memamerkan otot bips.

BANDARLAMPUNG- Anak muda saat ini, ternyata tak jauh berbeda. Membawa tas selempang, bukan dari kain ala Lupus melainkan terbuat dari bahan kulit yang trendy. Akan tetapi, belakangan, lelaki muda yang bawa tas, layak dicurigai.

Diketahui, fungsi tas selempang kulit yang kebanyakan berwarna hitam atau coklat itu sebenarnya untuk menyimpan uang dolar. “Kalau bawa uang dolar tidak bisa ditaro di dompet, kalau kusut waktu ditukar di money cangger akan turun,” ujar Agus, salah satu lelaki muda yang sering membawa tas kulit berwarna coklat ketika diwawancarai harianfokus.com.

Tas yang dibeli di Pondok Indah Mall, Jakarta itu menurut dia, harganya masih murah. Waktu membelinya pakai kartu kredit bank ternama, dapat diskon 30 persen. “Ya kena sekitar 4 juta sekian,” katanya, Selasa (3/11).

Selain berfungsi membawa uang dolar, tas selempang kulit juga menurut dia sebagai wadah ponsel. “Kamu lihat, saya bawa empat ponsel, sulit sekali kalau harus dikantongi semua.”

Memang terlihat dua ponsel cerdas jenis android, satu blackberry dan nokia ada di atas meja, di depan Agus yang duduk berhadapan dengan wartawan harianfokus.com. Beberapa kali, dengan gesit dia berganti ponsel. Membalas pesan atau menelepon.

Sebagai pebisnis muda yang punya koneksi luas di Lampung dan Jakarta, Agus banyak melakukan perjalanan dan selalu, mencangklong tas selempang kulit yang menurut dia, saat ini sudah jadi kebutuhan. Sejak empat tahun belakangan, menurutnya tak lagi pernah bawa ransel. Kalau membutuhkan barang bawaan ketika ke Jakarta, dia pakai koper. Tas selempang kulit adalah satu-satunya bawaan yang melekat dengan tubuhnya.

Berbeda dengan Agus, fungsi tas kulit selempang bagi Rendi bukan untuk menyimpan dolar atau ponsel. Melainkan untuk membawa lintingan ganja yang diedarkan untuk kalangan pelajar di Bandarlampung.

Diketahui, petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung pada bulan lalu. Tepatnya pada Senin, 19 Oktober 2015, berhasil menangkap Rendi, pengedar lintingan ganja di kalangan pelajar. “Saya baru dua bulan jadi pengedar sekaligus pemakai,” kata Rendi ketika ekspose di Polresta Bandarlampung, Selasa (20/10).

Kepala Unit Satuan Reserse Narkoba, Inspektur Herlan Arfa mengatakan, sebelum tersangka ditangkap, dia membeli ganja dari bandar yang bernama JS, seharga Rp.600 ribu.

“Dari penangkapan itu polisi menyita satu bungkus paket ganja kering di dalam tas selempangan warna hitam,” kata Herlan.

Dari dua model lelaki muda yang membawa tas, Agus atau Rendi tentu kita bisa tahu, di dalam tas kulit selempangnya tersebut apakah berisi dolar, ponsel atau narkoba (ganja)?

Bagaimana, apakah Anda suka dengan lelaki muda yang membawa tas selempang kulit? (HF)

Bagikan berita ini:

Satu tanggapan untuk “Lelaki Muda yang Membawa Tas Selempang Kulit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *