61 views

‘Pemetik’ juga Pake Tas Selempang Kulit

Selama seminggu pelaksanaan Operasi Cempaka, Polda Lampung beserta jajaran menangkap 48 tersangka. Para tersangka yang ditangkap adalah tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat), kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Demikian diejelaskan Kapolda Lampung, Brigadir Jenderal Edward Syah Pernong dalam konfrensi pers, Minggu (8/11/2015) malam.

HARIANFOKUS.COM- Sukses aparat Polda Lampung itu, menurut Edward Syah Pernong berkat kerja cepat Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 selama seminggu. Menariknya, dari empat senjata api rakitan, sejumlah sajam, ponsel dan kunci T yang disita aparat, kebanyakan disimpan para bandit dalam tas selempang kulit.

Diketahui, tas selempang kulit ternyata juga digunakan para bandit. Khususnya para pemetik. Istilah yang familiar digunakan para pencuri motor di lingkungan kampus Unila dan IAIN.

Sebelumnya, tas selempang kulit banyak digunakan para pengedar narkoba di kalangan pelajar (BACA: Lelaki Muda yang Bawa Tas Selempang Kulit.) Seiring hasil operasi cempaka, Polda Lampung pada Minggu (8/11/2015), ternyata pemetik pun menggunakannya.

Kepada harianfokus.com, Dani (21) menjelaskan, dia sering melihat temannya, yang sering bepergian pakai tas selempang kulit. “Kawan tetangga kos saya dulu, kalau keluar selalu bawa tas selempang kulit macam itu. Nah baru tahu dia ternyata pemetik,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Dani menuturkan, temannya sudah dicokok polisi sebagai pencuri motor. Dalam tasnya, menurut dia selalu ada kunci T, pistol dan ponsel. “Saya baru tahu dia pemetik ya setelah ditangkap polisi,” ujar mahasiswa IAIN yang kost di Sukarame, Bandarlampung itu.

Pendapat berbeda diungkapkan Hamami. Anak muda yang kemana-mana bawa tas selempang kulit warna coklat itu membantah jika tidak semua yang bawa tas kecil nan trendy itu, selalu berprofesi jadi bandit. “Ini contohnya,” tegas dia menolak disebut bandit. Lalu mengeluarkan ponsel, dompet,  rokok dan dompet.

Dia beralasan, jika memakai dompet, ketika duduk merasa tidak nyaman. “Begitu juga kalau bawa ponsel di kantong celana ketika naik sepeda motor, sama sekali tidak enak. Jadi tidak selalu penjahat yang bawa tas selempang kulit itu,” tegas dia.

Akan tetapi, dia menjelaskan, sering merasa kurang nyaman. “Ketika saya bertamu beberapa kali, orang yang melihat saya tiba-tiba memasukkan motornya. Kayaknya khawatir saya pemetik, jangan-jangan karena saya bawa tas selempang kulit ini ya,” ucap dia.

Namun demikian, dia akan tetap menggunakan tas selempang kulit sebab, praktis dan nyaman. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *