25 views

Ririn Sadar Perempuan Masih Marginal

BANDAR LAMPUNG – Sekelompok perempuan di Parlemen berhimpun dalam suatu wadah, Kaukus Perempuan Parlemen, dengan upaya memperkuat jaringan anggota parlemen perempuan  dalam implementasi fungsi legislasi isu-isu anggaran dan pengawasan, juga berkomitmen memasukan isu-isu untuk kepentingan kaum perempuan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam tugas-tugas legislative. Hal ini diungkapkan Ririn Kuswantari, seusai dirinya dilantik sebagai Ketua  Kaukus Perempuan Parlemen Lampung.

”Ada konstruksi sosial yang menempatkan perempuan seolah-olah hanya boleh mengurus soal-soal domestik saja, tak ada hak untuk merambah area yang lain. Persoalan perwakilan perempuan menjadi penting manakala kita sadar bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita melihat perempuan tidak secara proporsional terlibat dalam pengambilan keputusan. Padahal jumlah perempuan di Indonesia menurut data statistik lebih banyak ketimbang laki-laki,” terang Ririn.

Menilik kiprah politik dan peran perempuan, penting untuk terus ditingkatkan tidak hanya untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik, “Tetapi juga agar perempuan dapat membangun sistem dan etika politik yang semakin baik, ini terkait dengan kapasitas perempuan sebagai pemilih, pemimpin partai politik, legislator atau pejabat pemerintah supaya semakin banyak kebijakan publik yang merefleksikan kekhawatiran dan perspektif perempuan serta diiringi derajat sensitifitas yang makin tinggi pada berbagai persoalan perempuan,” imbuhnya.

Masih menurut Ririn, “Selain itu juga kaukus perempuan berkeinginan memperkuat jejaring dengan kelompok-kelompok masyarakat sipil agar dapat memperoleh masukan-masukan untuk kepentingan kaum perempuan, seperti korban kekerasan terhadap anak dan perempuan,  KDRT, pekerja imigran, perdagangan perempuan dan anak gizi buruk, perlindungan anak dan isu-isu lainnya, itu semua membutuhkan perhatian para politisi perempuan dalam membentuk Kaukus Perempuan Parlemen sebagai penguatan dan strategi-strategi yang diperjuangkan,” imbuhnya.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung itu juga menambahkan jika diskriminasi gender masih kerap terjadi dan tak bisa diatasi seorang diri, “Keterwakilan perempuan dalam parlemen belum mencapai 30%, baru 12% yang ada di Parlemen Lampung, maka kami akan intens mengusulkan program regulasi dengan pemerintah daerah yang sinergis dan responsif gender dalam kegiatan-kegiatan ke depan.”

Pelantikan yang mendapuk Ririn sebagai Ketua Kaukus dilakukan Sekjen Kaukus Parlemen Pusat Irma Suryani Chaniago, juga dihadiri oleh Ketua KPP Provinsi Lampung, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung, Komisioner KPU, pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, dan perwakilan dari organisasi perempuan Lampung.
Sementara, (Sekda) Provinsi Lampung Arinal Djunaidi yang mewakili gubernur pada acara pelantikan mendukung visi Kaukus Perempuan Parlemen dalam  terciptanya tatanan, relasi sosial, dan pola prilaku yang kondusif, sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang demokratis, menghargai keberagaman, dan bebas dari diskriminasi.

Acara yang sekaligus melaunching Website resmi Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Lampung pun diharapkan  Arinal agar Kaukus Perempuan dapat berjalan bersama pemerintah dan semua elemen terkait untuk berperan aktif dalam kemajuan masyarakat Lampung, juga dalam bidang politik, “Kaukus Perempuan harus ikut mensukseskan pemilihan kepala daerah secara serentak pada tanggal 9 Desember mendatang, dengan memberikan motivasi dan edukasi kepada kaum perempuan untuk menggunakan hak pilihnya,” tandasnya.(Bowo)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *