1 views

Herman HN Sesalkan Molornya Flyover Kimaja, Sulpakar Cuek-cuek Saja

Flyover atau jembat layang adalah proyek mercusuar yang memopulerkan Walikota Herman HN dalam upaya mengurai kemacetan di Bandarlampung. Di penghujung jabatannya untuk kembali bertarung memperebutkan kursi walikota, Herman HN menyaksikan, satu-satunya flyover yang tertinggal adalah Kimaja-Ratu Dibalau.

Berbeda dengan flyover Sultan Agung, Antasari dan flyover jalan Gajah Mada, jalan layang Kimaja-Ratu Dibalau sudah digadang-gadang jadi karya monumental penutup lima tahun kepemimpinannya menuju ke periode kedua. Bahkan, pada Senin, 10 Agustus lalu, Herman HN yang ketika itu masih menjadi walikota meninjau lokasi pembangunan dan meminta diselesaikan tepat waktu pada 2 Desember 2015. Sayangnya, pihak rekanan dari PT. Subanus SBR, Ismail Usman meminta perpanjangan waktu.

“Kami melakukan pengajuan adendum untuk penambahan waktu 50 hari,” kata Ismail Usman yang langsung melobi Komisi III DPRD dan Dinas PU Kota Bandarlampung.

Sementara Herman HN, meminta pembangunan flyover Kimaja-Ratu Dibalau pernah menginstruksikan langsung agar pembangunannya bisa disesaikan tepat waktu. Ketika berdialog dengan Ketua Pelaksana, Sutarno di lokasi pembangunan pihak pekerja menyanggupinya.

Di sisi lain, molornya pembangunan flyover Kimaja, direspon Penjabat Walikota Bandarlampung Sulpakar sebagai persoalan biasa saja. “Sepanjang kualitasnya baik, ya tidak apa-apa,” kata Sulpakar. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *