Pasca Keputusan PTUN, Kini BNIL (Kembali) Bergolak

Tulangbawang, Harian Fokus-
Kekalahan Bupati Tulangbawang, Hanan A Razak terkait gugatan PT Bangun Nusa Indah Lampung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandarlampung, belum diterima. Pasalnya, pihaknya dipastikan mengajukan banding.

Seperti yang diberitakan sebelumnya pada Harian Fokus: Kalah dengan PT BNIL di PTUN, Bupati Hanan Banding  (2015/11/5), Pemkab Tulangbawang hingga saat ini, diakui masih belum mencabut surat keputusan (SK) Bupati nomor B/199/II.1/HK/TB/2015 tertanggal 5 Mei 2015 perihal pencabutan SK Bupati No.B/243/II.1/HK/TB/2013 tentang izin usaha perkebunan (IUP) Budidaya PT BNIL.

Inilah dampaknya, warga (Masyarakat) dari Kampung Bujuk Agung dan Kampung Agung Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, menduduki lahan PT.Bangun Nusa Indah (BNIL) Lampung.

Massa yang diperkirakan mencapai 2 ribuan ini membawa Senjata Tajam serta Bambu Runcing, nyaris bentrok dengan pihak Kepolisian dan pihak keamanan perusahaan daerah tersebut, lantara warga memaksa menduduki lahan seluas 1.570 Ha  yang di klaim milik masyarakat, dari perusahaan tersebut. Beruntung keributan itu tidak berlangsung lama, lantaran dapat diredam pihak Kepolisian setempat. Sabtu (21/ 11)

Menurut Sukiman selaku Koordinasi Lapangan pada permasalahan ini mengatakan, aksi itu merupakan puncak kekesalan masyarakat sejak tahun 1992.” Kekesalan kami sudah berlangsung sangat lama, sejak tahun 1992 laha ini disewa oleh perusahaan, namun ketika Hak Guna Usaha untuk lahan tersebut habis, lahan tidak dikembalikan kepada masyarakat”. Tuturnya

Kami berharap, lanjut Sukiman, Pemerintah Daerah dapat menyelesaikan permasalahan itu.” Sangat kami harapakan, Pemerintah segera menyelesaikan persengketaan lahan antara masyarakat dan PT.BNIL ini, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar bila tidak segera diselesaikan”. Ujarnya

Usai mencapai kesepakatan untuk bertemu dengan pihak perusahaan PT.BNIL pada Minggu mendatang, massa yang mendatangi lahan persengketaan sekitar pukul 10.00 wib tersebut, akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 3:00 wib (Saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *