Sulpakar Pelototi BH Di BK

FOKUS- Seolah mengikuti jejak Herman HN, Penjabat Walikota Bandarlampung Sulpakar ikut blusukan meninjau pasar-pasar tradisional di kota tapis berseri. Sayangnya, nama Sulpakar belum sepopuler Herman HN. Hal itu terbukti dalam kunjungan ke Pasar Bambu Kuning, Senin (23/11).

Beberapa pedagang justru memanggil nama Sulpakar dengan sebutan. “Pak Herman, ada Pak Herman, ayo kita ngadu.”

Ketika melintasi sejumlah pedagang baju dalam wanita, terutama BH atau Buste Haouder dalam bahasa Belanda. Familiar untuk sebutan pakaian dalam guna penyangga payudara, beberapa awak media memotret ketika Sulpakar berjalan pelan melintasi tumpukan BH.

Dalam kunjungan itu, banyak pedagang memanggil nama Herman HN. Pantauan Fokus, Rusiadi salah satu pedagang baju di pasar Bambu Kuning sempat memanggil nama tersebut. “Saya kira itu Pak Herman, saya belum tahu kalau Sulpakar itu walikota,” kata Rusiadi pasca berdialog dengan Sulpakar, kemarin.

Dia juga mengeluhkan, ada gaya yang berbeda antara Herman HN dengan Sulpakar. “Kalau Pak Herman pasti belanja dan dibagi-bagi ke kami,” kata dia.

Terpisah, Linda salah satu pedagang baju dalam wanita mengeluhkan kondisi pasar yang tidak nyaman lagi untuk berjualan, apalagi bagi yang belanja. “Coba lihat kondisi di dalam sini, panas, sumpek, bapak itu (Sulpakar) enak di ruangan dingin, dia gak mikirin pedagang di sini yang jualan,” kata Linda.

Dalam hal ini Linda mengungkapkan, telah meminta kepada pihak pengembang pasar untuk meperbaiki ventilasi udara bagi para penjual yang di dalam bangunan. “Kami sudah pernah demo pada pengembang pasar untuk meminta pendingin ruangan atau kipas angin, sampai sekarang gak direspon,” kata dia.

Pedagang lain, Ernawati meminta dengan datangnya Pj Walikota Bandarlampung dapat mencari solsi terbaik. “Saya minta kepada Pak Walikota agar dapat mencari solusinya, pasti bapak itu masuk sini kepanasan dan sumpek, inilah yang kami rasakan setiap harinya,” kata Ernawati.

Terkait banyaknya keluhan dan tuntutan para pedagang, Sulpakar siap memediasi antara pengembang dan pedagang di kantor walikota. Rencananya, mediasi itu digelar pada hari ini, Selasa (24/11) pukul 09.00 WIB. “Terkait keluhan para pedagang, saya meminta perwakilan para pedagang agar bisa mnghadiri undangan ke kantor Walikota besok untuk melakukan mediasi,” kata Sulpakar, kemarin. (ade/dre)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *