Guru Honorer Tagih Janji Herman HN

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) hari ini, Rabu (25/11), memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2015, dan Hari Ulang Tahun Guru Republik Indonesia ke-70 (PGRI). Banyak para pendidik di sekolah-sekolah, sudah menyambut dengan suka cita. Salah satunya, berlatih jadi petugas upacara bendera. Mendikbud, Anies Baswedan menegaskan, cara kita menghargai guru ada cara kita menghargai masa depan.

 

FOKUS- Di Bandarlampung, sejak 2011 ada tradisi di setiap puncak peringatan HGN, selalu melibatkan ribuan guru honorer. Berkumpul di GSG Unila, kemudian dibagi tunjangan oleh Walikota Bandarlampung Herman HN, satu bulan 100 ribu, dibayarkan enam bulan sekali.

 

Puncak HGN 2014 lalu, Herman HN ketika itu didampingi kepala dinas pendidikan Kota Bandarlampung, Sukarma Wijaya, yang saat ini nonjob, menjanjikan bakal ada kenaikan seratus persen. “Tahun depan (2015) kita akan naikkan tunjangan bagi guru honorer sampai 100 persen,” kata Herman HN dalam sambutannya pada HGN tahun lalu.

 

Total tahun anggaran 2015, sekitar 8014 guru honorer di Bandarlampung mendapat tunjangan Rp.1,2 juta. “Tahap pertama sudah dibayarkan 600 ribu,” kata Nelentika Lendarty, S. Kom, salah satu guru honorer di SMK Gajah Mada, kemarin.

 

Senada, Nur Dwi Hayati, honorer di SMP Negeri 7 menyatakan, bantuan dari Pemkot Bandarlampung yang Januari- Juni sudah diberikan. “Mudah-mudahan besok, yang Juli-Desember 2015 diberikan bareng dengan puncak HGN,” kata dia berharap.

 

Namun demikian, setelah berganti walikota, para guru honorer berharap-harap cemas. “Ya setahu kita, itu program Pak Herman, tidak tahu apa masih berlaku kalau Pak Herman tidak jadi walikota,” ucap Dwi.

 

Diketahui, penguatan layanan profesional guru akan menjadi fokus perhatian Kemdikbud pada 2015.

 

Bahkan, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan dan pencipta karakter bangsa.

 

“Guru adalah agen perubahan karakter bangsa. Perubahan karakter bangsa bisa dimulai di kelas-kelas, dimulai di sekolah-sekolah,” ucap Presiden pada Puncak Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan di Gedung Istora Senayan, Jakarta Selasa (24/11).

 

Jokowi mengungkapkan, keberhasilannya sebagai pemimpin tak lepas dari peran seorang guru. Pembentukan karakter dan kepemimpinan, lanjut dia, diperoleh saat masih bersekolah. Dia meyakini, jutaan anak Indonesia akan lahir sebagai pemimpin dari tangan para pendidik yang berkualitas.

 

“Saya sendiri adalah karya guru-guru saya. Kita semua merupakan karya dari para guru kita. Karena itu, guru bukan sekadar pendidik melainkan peletak dasar masa depan kita semua,” imbuh dia.

 

Kualitas tenaga pendidik saat ini, lanjut Jokowi, akan menentukan masa depan bagi bangsa Indonesia. Sebab itu, dia mengapresiasi para guru berprestasi yang mengikuti simposium tersebut.

 

“Guru-guru yang terpilih karena karyanya. Banyaknya karya yang masuk adalah tanda guru kita tak pernah lelah berkarya,” imbuh suami Ibu Negara Iriana ini.

 

Dia berharap, para guru yang mengikuti simposium ini menjadi insipirasi bagi tenaga pendidik lainnya di daerah masing-masing. (*)

Bagikan berita ini:

4 tanggapan untuk “Guru Honorer Tagih Janji Herman HN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *