21 views

Pempek Pak Selamat, Lenjer-lenjer

BANDARLAMPUNG – Pempek Selamat adalah salah satu toko pempek yang sekarang menjadi salah satu andalan wisata kuliner kota Bandarlampung. Toko pempek berkonsep gerai fast food modern ini outletnya berlokasi di Teluk betung, Jalan ZA Pagar Alam dan di Bandara Raden Inten II Bandarlampung ini menawarkan olahan pempek berbagai varian.

Pempek pak selamat yang berpusat dikota Palembang ini beberapa waktu lalu melebarkan sayap bisnisnya ke Lampung. Syamsul selaku supervisior Pempek Pak Selamat, Gerai nya menawarkan konsep gerai pempek berbeda.

“Biasanya, pempek umumnya dijual di kedai sederhana atau rumah makan bergaya biasa aja. Nah, kami menawarkan sajian pempek dalam gerai bergaya modern. Gerainya didominasi warna-warna cerah, yaitu kuning dan merah dan dilengkapi pendingin ruangan agar konsumen semakin nyaman.” kata Syamsul (24/11)

Untuk urusan menu, gerai Pempek Selamat terhitung lengkap karena menyediakan  pempek biasa seperti lenjer, kapal, selam, adaan, dan kulit,  hingga pempek yang cukup spesial seperti celimpungan, laksan, hingga pempek cerewet.

Untuk Celimpungan sendiri mungkin kurang familiar bagi masyarakat “Celimpungan itu pempek yang disantap tanpa cuka. Sajian ini terbuat dari ikan tenggiri yang dimasak dengan kaldu ikan, dan santan. Kunyit menjadi salah satu bumbu yang memberi aroma wangi sekaligus warna kuning dalam sajian ini,” terang Syamsul.

Ada juga pempek terbaru yang bernama cerewet. Pempek ini sebenarnya mirip dengan pempek panggang karena berisi bubuk udang kering yang gurih. Bedanya, pempek cerewet bentuknya lonjong dan tidak dipanggang, melainkan digoreng. Rasanya memadukan gurihnya ikan tenggiri dan bubuk udang. Dicelupkan dalam kuah cuko yang pekat.

Di setiap meja sudah disiapkan kuah cuka dan sambal rawit hijau sebagai kondimen. Sambil bersantap, Anda bisa melihat sebuah rak di sisi gerai yang memajang aneka oleh-oleh khas Lampung. Untuk oleh-oleh, Pempek Selamat juga menawarkan aneka paket pempek dalam kardus yang praktis dengan harga mulai Rp 100 ribuan. Tak sedikit wisatawan yang mampir sejenak ke gerai yang buka pukul 07.00 untuk mampir sejenak mengambil pesanan sebelum melanjutkan perjalanan ke kota asalnya. (SADAM)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *