Dipuji Warga Merbau Mataram, Kherlani Tidak Mabuk

Pejabat Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Kherlani, terlihat bijaksana. Setelah dinilai banyak kalangan gagal pimpin Lamsel, pejabat yang sudah malang melintang dan matang dalam tampuk kepemimpinan itu, ternyata juga tidak mabuk puji-pujian. Terlebih, jika pujian itu terlihat norak dan ada kesan menjilat sebagaimana lazimnya bawahan pada atasan.

FOKUS- Karakter khas kepemimpinan mantan Pj Bupati Pesisir Barat, Kherlani menunjukkan ketegasan seorang pejabat yang bijaksana. Hal itu terlihat dalam spanduk yang menjadi ucapan masyarakat Kecamatan Merbau Mataram, Lamsel. Terlihat ucapan terima kasih kepada Pj. Bupati Lamsel H. Kherlani karena selama lima tahun jalan tidak pernah diperbaiki. Namun di bawah kepemimpinan Kherlani yang baru tiga bulan, jalan sudah diperbaiki.

Kherlani yang pernah jadi Kepala Dispenda Provinsi Lampung itu juga terlihat membuat gebrakan dalam merealisasikan pembangunan sejak ditinggalkan mantan Bupati Lamsel H. Rycko Menoza per 6 Agustus 2015 lalu. Belakangan, mulai mendapat apresiasi dan penilaian positif dari masyarakat.

Utamanya, mengenai pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah kecamatan. Pj. Bupati Kherlani memang menargetkan serapan anggaran RAPBD Perubahan tahun 2015 maksimal.
Dengan keterbatasan waktu, Kherlani kerap menstresing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menggenjot serapan APBD Lamsel tahun 2015.

Bentuk apresiasi warga, dalam bentuk ucapan terima kasih. “Terima Kasih Pj. Bupati Kherlani”.

Spanduk yang terpasang di sepanjang jalan Desa Triharjo, Suban, Merbau Mataram, Tanjungbaru dan Baru Ranji.
Rahmanto (48), warga Dusun Girijaya, Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram mengungkapkan, spanduk itu dipasang masyarakat sebagai bentuk ungkapan rasa terima kasih pada Bupati Kherlani.

Merespon hal itu, Kherlani justru meminta Camat Merbau Mataram menurunkan spanduk berisi ucapan terima kasih pada dirinya atas pembangunan jalan poros kabupaten di kecamatan tersebut.

Menurut dia, khawatir spanduk tersebut memiliki dampak politik mengingat saat ini Lamsel sedang dalam tahapan Pilkada.

“Kita tidak tahu siapa yang membuat spanduk tersebut. Saya sudah minta kepada camat spanduk tersebut diturunkan,” ujar Kherlani, Kamis (26/11).

Dijelaskan oleh Kherlani, program pembangunan jalan poros kabupaten bukanlah program yang ia cetuskan selaku pejabat bupati. Program tersebut, kata dia, sudah dibuat dan dilaksanakan saat bupati sebelumnya.

Dan pelaksanaan pembangunan jalan poros di bagian barat tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan jalan poros yang sempat tertunda.(dre)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *