Pelaku ‘Ambulance Goyang’ jadi Pemantik Bongkar Tradisi Mesum di Diskes

Perzinahan antara Kepala Puskesmas Sukadamai dengan Bidan di dalam mobil ambulance, dikenal dengan ambulan goyang yang digerebek warga karena dilakukan di SPBU Natar. Kemudian, divonis dengan hukuman 9 bulan penjara, setelah banding mereka di Pengadilan Tinggi Tanjungkarang ditolak, bakal menjadi pemantik awal terbongkarnya semua skandal seks di Dinas Kesahatan (Diskes).

FOKUS- Skandal seks di Dinas Kesahatan atau bagian pelayanan kesehatan, baik yang di struktural maupun fungsional merupakan rahasia umum. Artinya, semua orang sudah tahu jika dokter dengan perawat, kepala dinas dengan dokter, termasuk sampai kepala puskesma dengan bidan. “Semua itu hal yang biasa, Pak Habil itu kan sudah terkenal,” ujar Muhdi, tetangga Habil, Kapuskes Sukadamai, Natar.

Selain pernah digerebek oleh istrinya sendiri, menurut dia, perselingkuhan Habil dengan beberapa pelayan kesehatan (yankes), termasuk skandal semacam itu merupakan persoalan biasa.

“Mudah-mudahan Bu Muli (sapaan akrab Novia Mustika) berani bicara blak-blakan soal tradisi mesum itu,” kata dia.

Muhdi menyarankan mewawancarai beberapa nama di Diskes Lamsel untuk membongkar skandal seks yang sebenarnya, semua orang Lamsel paham. Sayangnya, beberapa nama perempuan-perempuan yang aktif jadi PNS di Diskes Lamsel tersebut, belum ada yang bisa dikonfirmasi karena sedang dinas luar.

Diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda akhirnya melakukan eksekusi (penahanan) terhadap mantan Kepala UPT Puskesmas Sukadamai, Natar Habil (43) dan Bidan Novia Mustika (29), setelah terbukti bersalah melakukan perzinahan di dalam ambulance (ambulan bergoyang) beberapa bulan lalu.

Eksekusi yang dilakukan Kejari Kalianda setelah upaya hukum yang diajukan kedua terdakwa ditolak oleh Hakim Pengadilan Tinggi Tanjung Karang nomor : 21/PID/2015/PT.TJK tanggal 27 Mei 2015 untuk Novia dan 20/PID/2015/PT.TJK tanggal 27 Mei 2015 untuk Habil yang isinya menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kalianda.

Menurut Kepala Kejari Kalianda, Yeni Trimulyani, eksekusi keduanya dilakukan oleh dua Jaksa
didampingi staf dan anggota Polri di Kecamatan Natar, Lamsel.

Selanjutnya, sekitar pukul 17.15 WIB, keduanya sampai di Kejari
Kalianda dan langsung diperiksa kesehatannya oleh tim medis dari RS Bob
Bazar Kalianda. “Setelah kita periksa kesehatannya, keduanya langsung kita masukkan
ke LP Kalianda, untuk menjalani hukuman selama 9 bulan penjara. Hal
tersebut, atas ditolaknya permohonan banding ke PT dan dikuatkannya
putusan PN Kalianda,” kata dia. (bersambung)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *