63 views

Bongkar Pungli di Kantor Imigrasi

Oknum pegawai di Kantor Imigrasi Kelas I Bandarlampung, tertangkap sedang melakukan pungutan liar (pungli) untuk jasa pembuatan paspor. Tiga warga dari Pesisir Barat menceritakan pada Fokus, kronologi pungli yang dilakukan H, inisial nama pegawai yang belakangan disebut-sebut sebagai mafia calo di Kantor Imigrasi.

KANTOR Imigrasi Kelas I Bandarlampung, ternyata masih menyimpan mafia yang berpraktik sebagai calo. Modusnya, jika ada warga yang kurang persyaratan, bisa mulus layanan pembuatan paspor asal membayar di atas tarif normal.

Pada plang pengumuman tertera, biaya pembuatan paspor adalah 355 ribu. Namun, AR, SR dan KS harus mengeluarkan biaya 700 ribu melalui H.

Persoalan itu bermula dari AR, SR dan KS yang ketiganya adalah warga Pesisir Barat, hendak membuat paspor dan bertemu dengan H. “Saya disuruh bayar 700 ribu,” kata AR yang diamini SR dan KS pada Fokus, Minggu (29/11).

Biaya dua kali lipat dari tarif resmi itu, dikenakan H jika syarat-syarat yang diajukan lengkap. “Kalau tidak bawa KK atau akta kelahiran, biayanya 850 ribu,” jelas dia.

Merespon hal itu, Kasubag Tata Usaha di Kantor Imigrasi Kelas I, Mat Dauri mengatakan, pihaknya terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada semua pegawai. Namun demikian, pihaknya tetap saja kecolongan. “Kalau pembinaan terus kita lakukan kepada para pegawai. Tapi masih saja ada berita seperti ini,” kata Mat Dauri saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/11).

Mat Dauri membenarkan jika kejadian memalukan dunia birokrasi ini bukan kali pertama di kantor tempatnya bekerja. Pungli beberapa oknum juga pernah dilaporkan warga lewat surat pengaduan dan kotak saran. “Ya pernah ada dulu ada pengaduan dari warga. Memang manusia tidak ada yang luput dari kesalahan,” kata dia dengan nada bergetar.

Pernyataan berbeda dengan Mat Dauri justru dikatakan Kepala Seksi Sistem Informasi, Raden Agusi. Dia menampik, semua pegawainya tidak ada yang melakukan tindakan memalukan dengan melanggar sistem administrasi dan pungli. Pihaknya juga terus mengevaluasi kinerja pegawai. “Gak ada, gak benar itu. Di sini gak ada pungli. Semua pegawai kita telah melakukan tugasnya,” kata dia dengan nada tinggi.

Disinggung pernah terjadinya dugaan pungli dan pelanggaran administrasi seperti dikatakan Kasubag TU Mat Dauri, pihaknya enggan menjelaskan. Ketidaksingkronan masalah itu juga ditimbulkan dirinya dengan bicara bercampur emosi.

“Kalau itu saya gak tau,” kata dia.(fery/dre)

 

Catatan Redaksi:

BIAYA PENGURUSAN PASPOR DI KANTOR IMIGRASI BANDARLAMPUNG
Berdasarkan PP Nomor 45 Tahun 2014

Berikut jenis dan tarif paspor di Kantor Imigrasi Bandarlampung:

1. Paspor biasa 48 halaman untuk WNI perorangan sebesar Rp300 ribu

2. Paspor biasa electronic (E-passport) 48 halaman untuk WNI perorangan Rp600 ribu

3. Paspor biasa 24 halaman untuk WNI perorangan Rp100 ribu

4. Paspor biasa electronic (E -passport) 24 halaman untuk WNI perorangan Rp350 ribu

5. Jasa penggunaan teknologi sistem paspor berbasis biometric Rp55 ribu

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *