Dari Kandasnya Erwin Arifin: KPU Perintahkan PPK Lamtim Gunakan Senpi

Calon incumbent Lampung Timur Erwin Arifin resmi gugur pada pilkada tahun ini. Gugurnya Erwin, menurut KPU setempat sudah sesuai PKPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang pencalonan kepala daerah, pasal 83. Partai pengusung Erwin yakni PDIP, PAN, dan PKS jelas tidak menerima atas keputusan tersebut. Meski ditolak oleh PTUN Bandarlampung dan Medan, partai pengusung kini banding ke Mahkamah Konstitusi (MK) berharap ada keadilan dan Erwin bisa ikut pilkada.

 

Kondisi Lamtim kini mencekam. KPU Lamtim memutuskan status Lamtim siaga dan memaksa lembaga penyelenggara pemilu ini memerintahkan jajarannya (PPK) menggunakan senjata api (senpi) sebagai alat antisipasi terhadap hal yang tidak diinginkan.

“PPK melakukan itu (senpi, red) hanya untuk perlindungan diri sampai menjelang pemilu,” kata Ketua KPU Lamtim, Andri Oktavia saat rapat koordinasi di KPU Lampung, Jumat (27/11).

 

Rakoor yang dihadiri, Anggota KomnasHam RI Ansori Sinungan itu sambung Andri, penggunaan senpi sudah dikoordinasikan kepada Polres setempat dan tidak melanggar hukum. “Kami sudah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian setempat. Dan ini hanya untuk pengamanan semata pelindung diri,” urainya.

 

Sementara, Ansori Sinungan mengatakan sangat prihatin jika PPK menggunakan senpi. Dirinya berharap, pihak yang berwenang dapat segera menindak lanjuti peristiwa yang terjadi di Lamtim karena dikhawatirkan akan merembet kedaerah lain.

 

“Kami sangat prihatin atas situasi dan kondisi yang terjadi di Lamtim, ini menunjukan bahwa kita kembali seperti zaman dulu. Orang membawa senjata api untuk melindungi diri dari hewan, dan sekarang ke manusia. Ini sangat miris,” tegas dia.

 

Menurutnya, hal ini sangat merugi. Sebab pihaknya selaku Komnas HAM sangat merindukan pilkada yang terselenggara bisa seperti negara tetangga. “Situasi ini mundur seperti zaman dulu, saya hanya bermimpi indonesia seperti Singapura atau Jepang, yang pilkadanya berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.

 

Diakuinya, Lamtim termasuk daerah yang rawan konflik, dan ini pun sudah diakui oleh Polda Lampung. “Hasil koordinasi dengan Polda kemarin, Lamtim masuk dalam wilayah rawan konflik, Artinya sudah ada perhatian khusus dari pihak keamanan,” tandasnya. (fer)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *