0 views

Pariwisata Tuba Terbengkalai

Taman Wisata Cakat Raya merupakan Aset milik Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, namun ironisnya semenjak Taman wisata Cakat Raya didirikan oleh pemkab setempat, tidak mendapatkan perhatian serius baik dari pemkab maupun instansi terkait. Terlihat bangunan rumah adat yang tidak terawat, hal tersebut membuat bangunan rumah adat terkesan mubazir dibiarkan terbengkalai dan semua pihak tutup mata, sementara pambangunan rumah adat itu sendiri menggunakan dana Miliyaran melalui APBD Kabupaten Tulang Bawang.

Sementara Ketua LSM GESIT Tulangbawang  Hendri jaya, SH  menyayangkan Aset Pemerintah Kabupaten Tulangbawang itu seperti sengaja dibiarkan rusak di makan usia. Bangunan di taman wisata yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat di sana, kini tampak seperti rumah tua yang tak terurus. Selain ada bangunan yang tidak utuh lagi, kawasan di aeral bangunan pun menjadi belukar. Tidak hanya itu saja, di beberapa rumah adat terdapat coretan-coretan tangan jahil yang menggunakan cat semprot.

 

Sebenarnya, Pemkab Tulangbawang telah mengalokasikan dana perawatan aset pemkab itu melalui instansi terkait, yang bertangung jawab terhadap aset tersebut, yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat. Hal itu diakui Kasubag Bina Program Dinas Budaya dan Pariwisata Tulangbawang, Suharyanto. menyatakan, Disbudpar setempat pada tahun 2013 dan 2014, menganggarkan biaya perawatan Sesat Agung dan Nuwou Adat Megou Pak, Taman Wisata Cakat Raya, dan Gedung Perwatin. Namun, Suharyanto mengaku tidak tahu secara teknis, hanya sebatas melaporkan kegiatan. “Laporan yang kami himpun, dirangkum, selanjutnya diserahkan kepada Bappeda, Inspektorat, Bina Program sekaligus ke keuangan secara berjenjang,” tuturnya.

 

Sementara Helman Dadang kepala bidang pariwisata Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tulangbawang mengatakan, pihaknya memang belum melakukan pengelolaan Cakat Raya.Hal ini dikarenakan hingga saat ini memang aset Cakat Raya belum diserahterimakan dari dinas PU kepada Dinas Pariwisata.Makanya belum ada dinas yang melakukan pengelolaan di sana sehingga bangunan yang sudah ada tidak terjaga. Lokasi tersebut menjadi andalan anak muda dari Tulangbawang dan sekitarnya untuk jadi obyek foto. ” Bahkan sekarang rumah adat yang berada di taman wisata Cakat Raya beralih fungsi dari tempat berwisata sekarang menjadi tempat mesum yang dilakukan oleh muda-mudi yang lagi dimabuk asmara,” tegas Limin tokoh masyarakat dicakat.
Sayangnya, satu bangunan yang merupakan rumah adat suku Batak belum lama ini terbakar. Kayu berwarna hitam yang sudah menjadi arang sisa-sisa musibah kebakaran pun masih terlihat kala wartawan harian fokus menyambangi daerah wisata Cakat Raya di sela-sela penilaian desa wisata tingkat Provinsi Lampung, beberapa hari lalu.

 

Sabtu pagi (15/11) sekitar pukul 05.30 lalu, warga kampung Cakat, dihebohkan dengan dengan terbakarnya salah satu rumah adat Batak yang berada di Taman Wisata Cakat Raya, ludes dilalap si jago merah. ” Tidak butuh waktu lama api menghabiskan seluruh bangunan yang terbuat dari kayu tersebut ludes terbakar api. Mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi taman wisata Cakat Raya setelah semua bangunan rumah adat batak ludes dilalap sijago merah, petugas pemadam kebakaran langsung menyiram api yang masih memakan sisa-sisa puing-puing bangunan rumah adat batak yang masih tersisa,” ujar Limin.

 

Saksi mata, Limin (40) warga sekitar mengatakan, usai melaksanakan sholat subuh di majid setempat, ia secara tidak sengaja melihat kobaran api. Selajutnya ia langsung memanggil warga dan menuju lokasi kebakaran. Api yang besar langsung melalap seluruh bangunan rumah adat Batak yang berada di lokasi wisata Cakat Raya Tulangbawang.

 

Kepala Dinas Pariwisata Hasbi, membenarkan adanya peristiwa kebakaran rumah adat Batak yang terletak di Kampung Cakat kecamatan Menggala Timur pada hari Sabtu pagi 15/11 itu. Menurut keterangan yang ia peroleh dari warga sekitar, kebakaran tersebut dilakukan oleh orang gila yang sering mangkal di seputaran lokasi wisata.

 

Sementara itu, Kapolsek Menggala Tuba, AKP. I Nyoman Cenik mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran yang terjadi disebuah rumah adat batak wisata cakat raya,” Dugaan sementara kebakaran yang menghanguskan rumah Adat Batak Taman Wisata Cakat Raya terjadi akibat konseleting listrik, untuk kerugian akibat kebakaran ini kita masih menunggu laporan dari dinas yang terkait masalah taman wisata cakat raya,” singkatnya. (didi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *