4 views

Dewi Septi Aria Sandi Wisuda Cumlaude IAIN Raden Intan Lampung

*Kunci Berhasil Dekat dengan Allah SWT

 

 

FOKUS-Kesibukan yang dijalani, bukan menjadi alasan apalagi penghalang untuk meraih prestasi. Adalah Dewi Septi Aria Sandi,lulusan dengan nilai tertinggi alias cumlaude dengan IPK 3,94 dari Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung ini selain kuliah dirinya juga disibukkan dengan berbagai kegiatannya seperti mengajar dan aktif di organisasi ekstra kampus.

Menurut dara asal Tubabar yang ditemui Harian Fokus.com, setelah wisuda IAIN Raden Intan Lampung Senin (30/11) di IAIN setempat, kesuksesan itu adalah ketika seseorang mendekatkan diri dengan Tuhannya, karena dengan cara itu, segala urusan akan dipermudah dan segala kemudahan ada ditangan Allah. Kunci dalam belajar yang dijalaninya selama ini yakni meluruskan niat ketika ingin belajar, maka dengan usaha yang maksimal kita akan memperoleh hasil yang maksimal.

Lanjutnya, metode belajar yang dipakainya hingga dia sukses yakni menyukai terlebih dahulu pelajarannya, setelah suka, pelajaran yang beratpun akan terasa mudah.

Wanita yang saat ini menjadi tenaga pengajar di SMA Al-Kautsar Bandarlampung, dan SMP IT Az -Zahra ini, mengatakan, kesibukan bukanlah alasan untuk tidak bisa meraih prestasi.

Ditambahkannya, dalam menempuh studi, kesibukan merupakan senjata yang paling ampuh kesibukan dalam konteks yang positif tentunya, diakuinya kuliah sambil mengajar, adalah metode paling baik yang harus dipakai oleh setiap mahasiswa jurusan kependidikan, karena hal tersebut merupakan sarana aplikasi langsung tentang ilmu yang didapat dari kampus, dengan mengajar maka kita akan selalu ingat dengan materi yang kita dapat karena itu selalu kita ulang saat mengajar.

Selain aktif mengajar,Dewi juga merupakan organisatoris yang aktif sebagai Aktivis Formasi (Forum Mahasiswa Islam,Red) yakni organisasi yang mengajarkan tentang Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, tidak hanya itu dia juga aktif di Bapimda(Badan Pembinaan Dakwah Islam,Red), dunia organisasi menurut dia sudah menjadi bagian dalam hidupnya, dengan aktif di organisasi dia mengaku mampu mengaktualisasi diri sejauh mungkin.

Menilai ujian nasional yang kerap dihadapi dengan kecurangan kebocoran kunci jawaban, Dewi menghimbau kepada siswa yang akan menghadapi ujian nasional untuk tetap menanamkan nilai kejujuran dalam diri masing-masing,ketika misalkan kejujuran tidak kita tanamkan, maka kita akan terpengaruh dengan lingkungan, dan hasil yang didapat akan kurang memuaskan. (Adi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *