Herman HN Tuding Panwas “Tidur Siang”

FOKUS- Tim pemenangan Herman HN-Yusuf Kohar benar-benar geram melihat kinerja Panwas Bandarlampung yang dianggapnya tidak optimal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara pemilu. Sebab, beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan salah satu pasangan calon (paslon) tidak pernah ditanggapi, apalagi sampai diproses.

Rakhmat Husen selaku LO Herman HN-Yusuf Kohar menyatakan, memasuki hari H pencoblosan (9 Desember 2015) aroma politik uang (money politics) sudah mulai berhembus. Namun, disayangkan Panwas belum ada satupun yang ditangkap atau diproses.

“Menjelang pencoblosan aroma politik uang mulai berhembus, tapi tidak ada satupun yang berhasil ditangkap panwas atau diproses. Jadi, panwas jangan hanya tidur siang saja,” kata dia saat menggelar Konferensi Pers di Diggers, Senin (30/11).

Tidak memenuhi unsur dan kekurangan sumber daya manusia (SDM) sambung aktivis PRD ini, hanya alas an klasik dan klise saja. Sebab, selain anggaran panwas yang besar dan juga jajaran pengawasan sudah banyak hingga ketingkat desa atau kelurahan.

“Tak usah ada calon yang melapor terlebih dahulu, kan jajaran panwas ada hingga tingkat paling bawah. Jangan hanya bisanya Bimtek (bimbingan tekhnis) atau menghambur-hamburkan uang saja,” ujarnya.

Menurut dia, ada beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh paslon lain. Seperti membagi-bagikan kerudung, handphone, serta ada blanko pendataan yang dibagikan kepada warga yang tidak diketahui apa kegunaannya.

“Hal-hal seperti ini harus diawasi oleh panwas. Jangan sampai pilkada ini dinodai oleh hal-hal semacam ini yang merusak azas demokrasi,” ucapnya.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa paslon nomor urut 2 memberikan sayembara kepada seluruh warga Bandarlampung untuk menangkan pelaku politik uang dengan upah Rp 5 Juta / orang. Dirinya berharap dengan begitu bisa memacu gairah kinerja panwas untuk lebih maksimal menjalankan pengawasan.

“Kami juga mengajak masyarakat Bandarlampung kecuali panwas untuk menangkap pelaku politik uang dengan upah 5 juta. Dan ini merupakan cambukan bagi panwas untuk bekerja maksimal,” tegasnya.

Sementara, rekan Rakhmat Husen, Kadafi mengatakan, tim pemenangan Herman HN-Yusuf Kohar sudah merekrut saksi sebanyak 1504 dan sudah dilatih untuk mengawasi dan mengamankan suara Herman-Yuk.

“Terakhir, kami punya semangat optimism untuk menang. Kami juga menghindari gugatan siapapun yang menang tidak ada proses yang digugat,” tandasnya. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *