4 views

KHAMAMI BANTAH Nilep APBD dan Pangku Biduan

Berdalih penganggaran dengan program multiyears aliasĀ  bertahap, Bupati Khamami membantah menilep uang APBD untuk pembangunan gedung DPRD. Namun demikian, beredarnya foto dirangkul-rangkul biduan, dibenarkan Humas Mesuji melalui email yang dikirim redaksi, tetapi bukan pada acara MTQ, melainkan acara penutupan HUT ke-7.

PUNCAK peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-7 Mesuji, digelar di Desa Panggung Jaya, Kecamatan Rawa Jitu Utara, di tempat yang sama juga jadi lokasi penutupan MTQ ke-6 tingkat kabupaten, sebagaimana banyak disebut-sebut nitizen karena ada foto seronok. Dua biduan dengan pakaian mini, terlihat genit merangkul Bupati Khamami dan Wabup Ismail Ishak. Beberapa pengunjung di sekitar dua petinggi Mesuji itu pun, tertawa gembira. Foto yang diunggah ke akun facebook Leonardo tersebut, bertuliskan. “Waduh Pak Bupati, artis penutupan MTQ-nya kok nggak disensor protokol dulu, nggak elok di mata,” tulis dia.


Hingga jam 16.00, Senin (30/11), foto itu sudah dibagikan 15 kali, disukai lebih dari 100 orang dan dikomentari 133. Kebanyakan nitizen mencaci-maki. Heri Supianto misalnya menulis. “Akhir zaman, para pemimpin dibuta tulikan mata hatinya.”

Dikonfirmasi terpisah, Humas Pemkab Mesuji lewat email resminya menegaskan, itu bukan acara MTQ. Melainkan, puncak acara penutupan HUT Mesuji ke-7. “Bukan di acara MTQ, tapi acara puncak perayaan HUT Mesuji, mungkin karena baju yang dipakai sama.”

Bupati Mesuji Khamami sendiri hanya berkomentar seputar tudingan menggelapkan dana APBD yang dilaporkan sejumlah LSM ke KPK dan Mabes Polri terkait pembangunan gedung DPRD yang belum juga rampung. Sebagai bantahannya, Khamami menegaskan memang gedung tersebut tidak bisa selesai hanya dengan satu tahun penganggaran. Melainkan harus menggunakan sistem bertahap. “Jadi bukan seorang Khamami yang mengambil apalagi nilep APBD. Tapi memang, dana pembangunan gedung DPRD melalui program multiyears aliasĀ  bertahap. Dengan total keseluruhan sekitar 36,30 miliar,” ujar Khamami.

Ia menjelaskan, gedung DPRD mulai dianggarkan pada 2011, berbeda satu tahun dengan gedung kantor Bupati yang sudah dianggarkan sejak 2010. Untuk penganggran tahap pertama, gedung DPRD melelan dana sebesar 5,44 miliar. Selanjutnya pada 2012 kembali dianggarkan sebesar 10,92 miliar. Kemudian berturut-turut dianggarkan sebesar 4,53 miliar (2013), 3,89 (2014), dan 8,5 miliar (2015). “Nah, kalau pada 2016 mendatang berdasarkan hitungan konsultan pembangunan gedung DPRD kembali dianggarkan sebesar 3 miliar. Targetnya dengan dana segitu pembangunan sudah selesai sepenuhnya dan siap untuk digunakan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan anggaran yang mencapai 36,30 miliar tersebut, gedung DPRD Mesuji bisa dikatakan sebagai gedung dewan termegah di Lampung. Bahkan, sambungnya, seorang ahli kontruksi menuturkan kontruksi tersebut merupakan sturkur kontruksi hotel mewah yang bisa ditingkatkan hingga 20 lantai.

Sementara, sambung Khamami, untuk perlengkapan furniture akan dianggarkan pada APBD-Perubahan 2016. “Kita tidak mungkin mengganggrkan furniture berbarengan dengan fisik. “Bisa berbenturan kerjaannya. Untuk itu kita anggarkan di perubahan,” jelas Khamami. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *