22 views

M. Junaidi, S.H.; Kita Semua Bersahabat

FOKUS- Citra buruk yang diduga dimiliki Dewan Perwakilan Rakyat ternyata tidak menghalangi minat sejumlah anggota masyarakat untuk menjadi anggota legislatif. Iming- iming keuntungan ekonomi dan status sosial diduga jadi penarik utama untuk menjadi wakil rakyat. Namun, kalimat diatas nampaknya tidak berlaku bagi Anggota DRPD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Demokrat, M. Junaidi, S.H. Aktivis Humanika ini mengaku, jabatan yang diberikan sebagai wakil rakyat merupakan amanah yang nantinya akan dipertanggung jawabkan.

Berikut kutipan wawancara Harian FOKUS kepada M. Junaidi, S.H.

 

Apa yang ada dibenak Anda ketika mendapat satu tiket kursi di DPRD Lampung?

Pertama, menjadi wakil rakyat bagi saya adalah amanah yang harus dijalankan dengan benar. Pelaksanaan amanah dalam kontek sebagai wakil rakyat tentu menyampaikan dan melanjutkan aspirsi ditengah rakyat dalam bentuk kebijakan. Dan kebijakan dalam sistem pemerintahan bersama Pemprov sudah diatur bersama dalam UU.

 

Anda berlatar aktivis, perhatian apa yang diberikan kepada kalangan aktivis?

Kita besahabat kepada siapapun, baik tua maupun muda. Khusus anak muda terutama kalangan aktivis tentu berharap bahwa teman-teman aktivis hari ini didalam pergerakannya dapat mengedepankan etika dan pemahaman terhadap ketentuan perundang-undangan. Karena negara kita negara hukum dan segala hal diatur dalam peraturan perundangan-undangan. Pemahaman terhadap peraturanan perundang-undangan adalah kunci kemenangan pergerakan hari ini.

 

Apa bedanya pergerakan kalangan aktivis hari ini dengan di zaman Anda?

Tentu berbeda dengan pergerakan yang dilakukan dengan senior-senior terdahulu, dimana titik perjuangannya itu menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang demokratis. Hari ini SBY dan Jokowi sudah konsisten dengan demokrasi sehingga perjuangan kita hari ini lebih kepada pemberdayaan masyarakat yang termarginalkan.

 

Maksudnya termarginalkan?

Artinya saat ini masyarakat kita termarginalkan secara ekonomi dan budaya. Dan ini sangat mengkhawatirkan bagi lajunya nasib bangsa Indonesia.

 

Bisa dijelaskan lebih detil?

Secara ekonomi, maka teman-tema aktivis harusnya lebih mengedepankan semangat perjuangan dan lebih mengembangkan jiwa entrepreneurship. Secara budaya, perjuangan kita mengenalkan budaya kita kepada anak-anak muda yang sudah terseret arus westernisasi (kebarat-baratan).

 

Menurut Anda, apakah kinerja DPRD Lampung saat ini sudah maksimal atau sesuai apa yang diharapkan?

Secara umum, kelembagaan diatur dalam UU No 23 Pemda. Secara khusus kita diatur dalam tatib. Bicara soal kinerja, kembali ke fungsi DPRD. Saya kira fungsi pengawasan sudah berjalan dengan baik. Fungsi anggaran sudah baik, pembentukan perda sudah dijalankan, sudah baik.

 

Sebagai wakil rakyat dari dapil 6 (Tuba, Tubabar, dan Mesuji), apa yang Anda sudah perjuangkan?

Saya disini dari dapil 6 tidak sendirian, termasuk didalamnya ada ketua DPRD, Dedi Afrizal. Kami wakil rakyat disana sudah memperjuangkan agar pembangunan provinsi juga menyentuh di dapil kami. Terbukti dengan program pemda yang turun kesanan misalnya perbaikan infrastruktur dan gerbang desa.

 

Apa yang Anda lakukan untuk memaksimalkan fungsi anggaran untuk memprioritaskan program unggulan pak Gubernur yang juga Ketua DPD PD Lampung, M.Ridho Ficardho?

Kebijkan unggulan Gubernur hari ini adalah infrastruktur. Kebijakan umum anggaran disetujui bersama DPRD dan Pemda. Kita bisa lihat anggaran infrastruktur terbesar dibandingkan dengan anggaran yang lain. Artinya, teman-teman DPRD sangat mendukung program pak Gubernur. (win)

 

 

Biodata

 

Nama           : M. Junaidi, SH

Alamat        : Jl. Hj. Mat No 2 Kedaung, Kemiling, Bandarlampung.

Kelahiran    : Tanjung Karang, 5 Juni 1978

Jabatan       : Wakil Ketua Komisi III

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *