Membunuh Karena tak Diberi Uang Usai Bersetubuh

BANDAR LAMPUNG – Pembunuhan yang dilakukan sejoli Kamella Titian dan oknum TNI AD Prada Dadi terhadap Kepala Bagian Kepegawaian Universitas Malahayati Sofyan ternyata dilatarbelakangi masalah uang. Jaksa Sayekti Candra di dalam dakwaannya mengatakan, Kamela butuh uang Rp 1 juta untuk beli makan dan bayar kos.

Perkenalan Kamella Titian dan Sofyan berawal dari aplikasi Line pada Juni 2015. Komunikasi keduanya berlanjut di BlackBerry Messenger (BBM). September 2015, Sofyan mengirim pesan BBM ke Kamella mengajak bertemu.

Sayekti mengutarakan, Kamella menceritakan kepada Sofyan bahwa sedang butuh uang Rp 1 juta untuk bayar kos. Sofyan mau membantu dengan syarat Kamela mau bertemu dan mau bersetubuh dengan Sofyan. Menurut Sayekti, Kamella menyetujui syarat tersebut.

Kamella lalu memberitahu kekasihnya Prada Dadi bahwa ada orang mau memberi uang Rp 1 juta dengan syarat bersetubuh. “Dadi membolehkan dengan mengucapkan ya udah tapi jangan lama,” ujar Sayekti saat membacakan surat dakwaan, Senin (30/11).

“Terdakwa Kamella lalu bertemu dengan Sofyan di tempat kos Kamela. Usai bersetubuh, Kamela meminta uangnya tapi Sofyan tidak bawa uang tunai dengan alasan tidak membawa dompet,” kata Sayekti.

Sofyan menjanjikan akan mentrasfer uang tersebut. Takut Sofyan pergi, Kamella menelepon Dadi memberitahu bahwa Sofyan tidak mau membayar. Sofyan lalu datang ke tempat kos Kamela. Dadi menggeledah saku celana Sofyan dan tidak menemukan uang.

“Karena kesal, Dadi meninju wajah Sofyan berkali-kali,” kata Sayekti. Kamella keluar kamar kos melihat situasi. Kamel melihat ada balok kayu. Diambilnya balok kayu itu lalu dipukul ke kepala bagian depan Sofyan.

Dadi mengikat tangan Sofyan dengan tali jemuran dan menutup mulut Sofyan pakai lakban hitam. Dadi kemudian menutupi tubuh Sofyan dengan seprai. Tidak berhenti sampai disitu, Dadi melompat dari atas kasur menginjak tubuh Sofyan sebanyak dua kali.

Kamella Titian dan Dadi lalu pergi meninggalkan Sofyan. Keduanya juga membawa tiga unit handpone dan satu unit mobil milik Sofyan. (Tim).

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *