Reskrim Usut Kasus Mantan Kadis PU

BANDARLAMPUNGKasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya membenarkan, pengaduan KPKAD Lampung terkait dugaan gratifikasi senilai Rp500 juta yang melibatkan mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Bandarlampung, Ibrahim, sudah masuk ke mejanya.

Saat ini, kata dia, penyidik sedang mengumpulkan sejumlah data dan bukti pendukung untuk melanjutkan dugaan tersebut ke tahap penyelidikan.

“Penyidik sedang berupaya membuktikan cek senilai Rp500 juta yang diterima AG, anak Ibrahim adalah gratifikasi. Jika terbukti sesuai dengan laporan KPKAD, maka statusnya akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Kompol Dery di Mapolresta, Senin (30/11).

Jika memang terbukti, kata dia, pemberian cek dari rekanan terhadap anak seorang pejabat daerah merupakan bentuk gratifikasi. Terlebih, jika pemberian itu berkaitan dengan jabatan sang ayah.

“Jika pemberian itu bersifat sebagai gratifikasi, kompensasi, hadiah ataupun suap yang berkaitan dengan kepentingan terhadap jabatan penerima. Itu adalah pidana murni. Nah, dugaan itu yang harus kita buktikan dulu,” katanya.

Dery menambahkan, tidak menutup kemungkinan seluruh pihak yang terlibat dalam kasus ini akan dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. Termasuk Direktur PT SSW selaku pemberi, mantan Kadis PU beserta anaknya AG, selaku penerima.

“Pokoknya semua pihak yang diduga terlibat pasti akan dipanggil. Saat ini kami masih fokus membuktikan adanya dugaan pidana terlebih dahulu,” ujarnya.

Diketahui, Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung mendesak Polresta Bandarlampung untuk mengusut adanya dugaan gratifikasi sebesar Rp500 juta yang melibatkan mantan Kadis PU Bandarlampung, Ibrahim.

Desakan tersebut disampaikan KPKAD melalui surat bernomor: 2023/B/KPKAD/LPG/XI/2015 yang diterima pada Jumat (27/11) lalu.

Laporan itu menyusul adanya dugaan AG, anak mantan Kadis PU Ibrahim menerima cek senilai Rp500 juta dari oknum rekanan.

Cek itu terindikasi berkaitan dengan proyek-proyek Dinas PU Bandarlampung yang dikerjakan pihak pemberi cek tersebut.

Cek BCA KCU Metro Lampung bernomor CX 863XXX dengan tanggal cetak 22-06-2015 tersebut atas nama Selamat Riadi Tjan, Direktur PT Satria Sukarso Waway (SSW), beralamat di Kota Metro.

Cek itu diketahui diberikan ke AG, setelah AG mengupload nya di media sosial Path miliknya. “Lumaian dapat THR juga akhirnya,” tulis Angga di media sosialnya itu.

Pada tahun 2015, PT SSW mendapatkan sejumlah proyek dengan total nilai sekitar Rp30 miliar di Dinas PU Kota Bandarlampung. Proyek tersebut di antaranya Pengadaan Material HRS (H.1) senilai Rp7,5 Miliar, Pengadaan Material HRS (H.2) senilai Rp7,5 Miliar.

Peningkatan Jalan Pulau Bacan dan Pulau Buton, Peningkatan Jalan Arif Rahman Hakim, Peningkatan Jalan Morotai, Jl Sentot Alibasa (lanjutan) (A.11) senilai Rp8,078 Miliar.

Kemudian, Peningkatan Jl Hendro Suratmin Ruas Jl Soekarno-Hatta, Peningkatan Jl Sultan Haji Ruas Jl Sultan Agung s/d Jl Soekarno-Hatta, Peningkatan Jl Kayu Manis Ruas Jalan Ki,Maja s/d Jl Sultan Haji (A.7) senilai Rp7,7 Miliar.

Sementara, saat wartawan mengkonfirmasi terkait hal itu, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung, Ibrahim memilih bungkam.

Ditemui wartawan, usai acara HUT PGRI ke 44 di Lapangan Merah, Enggal, Jumat (27/11), Ibrahim hanya melambaikan tangan saat dikonfirmasi wartawan mengenai dugaan itu.

“Nggak, nggak.. sudah,” kata Ibrahim, sembari melambaikan tangannya ke arah wartawan.

Sebelumnya, AG mengakui sebagai anak mantan Kadis PU Kota Bandarlampung Ibrahim. Namun, saat ditanya soal Cek dari Selamat Riadi Tjan itu, AG mengaku kurang jelas mendengar pertanyaan itu, padahal wartawan sudah mengulang pertanyaan tersebut secara jelas.
(Tim)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *