4000 Ribu Orang Terjangkit AIDS

BANDARLAMPUNG – Rangkaian acara pada peringatan Hari HIV/AIDS sedunia dilakukan di Tugu Adipura Senin (1/12) sore merupakan wujud sosialisasi agar masyarakat lebih mengutamakan perilaku hidup sehat untuk menghindari penyakit HIV/AIDS. Bandar Lampung tercatat 4000 orang terjangkit AIDS.

Hal ini disampaikan oleh President Lions Club  Bandar Lampung  dr Prambudi Rukmono, SpA yang menyatakan pada tahun ini tercatat sudah ada 60 juta penderita AIDS di dunia dengan persentase kematian mencapai 20 juta, untuk daerah Bandar Lampung penderita AIDS yang diketahui tercatat 4000 orang.

“Berdasarkan catatan saya di dunia ini sudah ada 60 juta penderita dengan pensentase kematian mencapai 20 juta, untuk di Bandar Lampung yang diketahui 4000 orang, namun pasti ada lebih banyak lagi yang tidak kita ketahui dan terdata,” jelasnya disela-sela aksi sosialnya di Tugu Adipura Senin sore.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bandar Lampung itu mengungkapkan untuk mengatasi itu semua tahun ini pihaknya mengambil tema Berprilaku Sehat, fokus ini disampaikan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung untuk terus berperilaku sehat karena hal tersebut yang dapat memicu penyakit HIV/AIDS, perilaku yang tidak sehat salah satunya yaitu seperti seks bebas yang bisa menjadi penyebaran.

“Setiap tahun kita mengimbau masyarakat dengan tema yang berbeda untuk tahun ini kita fokus kepada berprilaku sehat, karena hal tersebut yang dapat memicu terkenanya penyakit ini, hidup tidak sehat itu contohnya ya menghindari perilaku seks bebas,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mendiskriminasi penderita penyakit HIV/AIDS, yang harus diperangi ialah virus dari HIV tersebut bukan penderitanya, dan harus diketahui seseorang yang terkena penyakit HIV belum tentu terkena penyakit AIDS semua itu berproses butuh waktu bisa sampai 25 tahun untuk tahap tersebut.

Nah untuk itu kita jangan mendiskriminasi orang yang tekena penyakit HIV atau AIDS, yang harus diperangi itu virusnya yang menyerah kekebalan tubuh itu sendiri, harus diketahui juga ya orang yang terkena penyakit HIV belum tentu dia menderita AIDS harus butuh waktu itu bisa sampai 25 tahun untuk tahap itu, semua proses,” jelasnya.

Acara yang menggandeng Dinas Kesehatan tingkat 1 dan tingkat 2 ini akan berlangsung sampai acara puncak yakni tanggal 5 Desember 2015 mendatang dengan agenda memberikan bantuan kepada anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat terkena penyakit HIV/AIDS.

“Acara ini kita menggandeng Dinas Kesehatan tingkat satu dan Dinas Kesehatan tingkat dua juga, acara ini sudah berlangsung sejak 27 November kemarin dengan acra seminar dan akan berlangsung sampai nanti acara puncak yakni tanggal 5 Desember dengan jadwal memberikan bantuan kepada anak yatim yang orang tuanya itu meninggal karena penyakit HIV/AIDS tapi kegiatan puncak ini tidak boleh di ekspose dan difoto-foto ya,” tutupnya. (Ayn)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *