31 views

Fahmi Tancap Gas Dengan Anna Morinda

FOKUS- Fahmi Anwar resmi menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Metro menggantikan Sudarsono yang ikut maju Pilwakot tahun ini. Politisi Partai Demokrat ini segera tancap gas bersama beberapa pimpinan DPRD, termasuk Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda untuk menyelesaikan tugas sebagai wakil rakyat.

Pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD dilaksanakan melalui Rapat Paripurna DPRD setempat, Senin (30/11).
Anna Morinda mengatakan, pengambilan sumpah/janji jabatan wakil ketua DPRD tersebut berdasar pada SK Gubernur Lampung, nomor G/553/B.II/ HK/2015, tertanggal 23 November 2015, tentang peresmian dan pengangkatan Fahmi Anwar, sebagai Wakil Ketua DPRD sisa waktu periode 2014-2019.

 

“Berdasar pada SK Gubernur Lampung tersebut, jabatan Wakil Ketua DPRD Kota Metro sisa waktu periode 2014-2019, dipercayakan kepada Fahmi Anwar,” kata Anna Morinda.
Anna berharap Fahmi Anwar dapat meneruskan tugas-tugas yang ditinggalkan oleh pejabat lama Sudarsono, yang mengundurkan diri karena maju sebagai calon walikota pada Pilkada 2015.

 

“Kepada Sudarsono, jajaran DPRD Kota Metro, juga menyampaikan penghargaan atas pengabdian selama ini,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pj. Wali Kota Metro Achmad Chrisna, mengatakan pelantikan pimpinan DPRD Kota Metro tersebut, diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan hubungan yang sinergi antara eksekutif dan legislatif.

 

“Sebab, perlu sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk perubahan lebih baik. Antara dewan dengan eksekutif harus bekerja dengan baik untuk masyarakat,” ungkap dia.
Eks Kadis Kominfo Lampung ini, menambahkan DPRD dan Pemkot Metro adalah mitra sejajar, perlu pembagian tugas yang jelas agar fungsinya optimal. Hal itu, perlu didukung dengan hubungan yang harmonis antara jajaran eksekutif dan legislatif, Gorkopimda, dan stake holder yang terkait.

 

“Perlu hubungan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif, Forkopimda, serta stake holder yang terkait,” ujarnya.
Rapat paripurna istimewa pengucapan sumpah/janji Pimpinan DPRD Kota Metro, juga dihadiri Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Hukum dan Pemerintahan Harun Al Rasyid. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan kedudukan eksekutif dan legislatif adalah sejajar, sehingga DPRD tidak boleh menjatuhkan Walikota, meskipun DPRD memiliki hak hak angket, dan hak interpelasi.

 

“Terpenting, adalah meningkatkan koordinasi dengan pemkot, melaksanakan pembangunan sesuai visi dan misi, memelihara dan meningkatkan hasil pembangunan, serta meningkatkan hubungan kondusif dengan seluruh elemen masyarakat,” kata Harun Al Rasyid. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *