5 views

Gubernur : Jaga Keamanan Menjelang Pilkada

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo berharap stabilitas keamanan di Lampung terjaga, jelang pilkada serentak, Natal, dan tahun baru 2016. Hal itu agar tidak mengganggu keberlangsungan pembangunan dan penjajakan Investor yang akan masuk ke Lampung.

Ridho menyampaikan hal tersebut saat memberi arahan pada rapat Kordinasi Forkopimda Lampung dengan Forkopimda kabupaten/kota dan SKPD terkait, dalam rangka pemantapan Pilkada serentak 2015 dan kesiapan Natal dan tahun baru, di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa (1/12).

Ia berujar, saat ini Lampung dalam stabilitas yang baik. Pembangunan pun sedang bergeliat, dan investor mulai berlomba menjajaki Lampung. Sehingga, ia harapkan semua lapisan bisa menjaga tren positif tersebut.

Baginya pilkada serentak yang akan berlangsung 9 Desember mendatang merupakan sebuah tantangan, sekaligus momentum bagi Provinsi Lampung, namun juga bisa menjadi sejarah buruk bila tidak disiapkan dengan baik.

“Jangan sampai even pilkada serentak yang seharusnya menjadi momentum positif, malah menjadi catatan buruk untuk Provinsi Lampung,” kata orang nomor satu di Lampung itu.

“Dan saya harap, setiap instansi bisa menjaga netralitasnya dalam pilkada, sehingga tidak ada gejolak politik usai pilkada serentak,” tambah Ridho.

Untuk perayaan Natal dan tahun baru, belum ada perhatian dan permasalahan yang mencolok. Namun, ia harapkan pihak keamanan TNI dan Polri jangan sampai lengah, dan kecolongan, terutama untuk tindak terorisme.

“Lampung potensi besar perekrutan, jangan sampai kita jadi Paris. Mereka terorisme, terutama ISIS, jangkauannya semakin luas. Mereka punya uang. ISIS itu uangnya lebih besar daripada APBD kita,” kata Ridho setengah berseloroh.

Pada akhir pembicaraannya, Ridho meminta semua pihak fokus terhadap keamanan. Karena, hal itu juga dikumandangkan pemerintah pusat. Terlebih, Lampung cukup menjadi perhatian serius pemerintah pusat dalam satu tahun terakhir, dalam hal pembangunan strategis.

“Jika dulu Presiden datang ke Lampung lima tahun sekali. Sekarang, presiden datang setahun lima kali. Kepercayaan besar pemerintah pusat ke Provinsi Lampung harus kita jaga. Masalah keamanan, kita harus betul-betul fokus, agar pada pembangunan-pembangunan strategis, Lampung tetap jadi yang utama,” jelas Ridho yang beberapa waktu lalu baru saja mendapatkan Ki Hajar Dewantara Award dari Kemdikbud. (Ayn)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *