7 views

Gunadi Sebut Mustafa Dalangnya

FOKUS- Pasangan calon Mutafa-Loekman Djoyosoemarto disebut terindikasi kuat sebagai dalang penyerangan terhadap tim pemenangan Gunadi Ibrahim-Imam Suhadi. Pasalnya, dari beberapa keterangan korban kuat dugaan orang yang menyerang adalah tim pemenangan Mustafa-Loekman. Selain itu, kendaraan yang dipakai saat melakukan penyerangan juga terdapat gambar paslon nomor urut dua.

Ada beberapa kasus yang dialami paslon BAGUS selama tahapan pilkada dimulai. Kasus tersebut yakni, upaya percobaan pembunuhan Imam Suhadi, pencemaran nama baik, intimidasi tim pemenangan, serta yang terakhir adalah perusakan posko tim pemenangan.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Lampung, Pattimura berharap keras agar Polres Lamteng menangkap seluruh pelaku yang telah menzolimi pasangan BAGUS. Termasuk pengrusakan posko pemenangan di Desa Gayabaru I, Kecamatan Seputih Surabaya, Sabtu (5/12). Sebab, ini ada rekayasa politik dari pihak lawan.

Pattimura mengatakan, saat ini sudah ada dua pelaku perusakan posko yang menyerahkan diri ke Polsek Seputih Surabaya. Namun, dua orang itu bukan nama yang terdaftar dalam berita acara pelaporan nomor: TBL/231/XII/2015/POLDA LAMPUNG/Res Lamteng/Sek Sep.Surabaya, tanggal 5 Desember 2015.

“Kita minta 15 pelaku ditangkap. Terutama otak pelaku, anggota DPRD Lampung Tengah asal PKPI, Saleh Mukodam dan PNS atas nama Arifin ditangkap. Serta dua mobil disita,” kata dia, Minggu (6/12).

Pattimura menegaskan penangkapan pelaku harus dilakukan selama 1×24 jam. Jika hal ini tidak dilakukan secara mekanisme hukum, maka kepolisian diduga ada keberpihakan terhadap salah satu calon.

Ditegaskan Wakil Ketua DPRD Lampung ini, juga meminta pihak kemananan untuk segera menangkap otak pelaku upaya pembunuhan dan pencemaran nama baik Imam Suhadi yang hingga saat ini belum ditangkap.

“Proses pecobaan pembunuhan dan rekayasa penemuan alat hisap di dalam mobil terbalik kyai Imam belum ada tindak lanjut dari kepolisian. Prosesnya sampai dimana juga kita tidak diberitahu,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pendzoliman terhadap pasangan Gunadi – Imam, sampai saat ini sudah ada tiga kasus besar yang masuk ke kepolisian. Pertama kecelakaan mobil Imam Suhadi di Kampung Anaktuha, kedua perusakan posko di kecamatan Seputih Surabaya, serta intimidasi dan ancaman oleh preman di kecamatan Rumbia, Sabtu malam (5/12).

“Tadi malam tim kita juga mendapat intimidasi dan ancaman. Saat itu tim kita mau sosialisasi di kecamatan Rumbia, namun dihadang oleh preman yang diduga orang pasangan nomor urut 2 dan anggota DPRD Lamteng. Dia melarang tim kita sosialisasi disana karena itu wilayah kekuasaan anggota DPRD itu. Anehnya lagi, saat laporan di Polsek setempat laporan kita tidak diterima oleh petugas jaga. Dia adalah Ketut. Ketut ini malah mengajak tim kita berdamai dengan anngota DPRD itu. Kita tidak terima dan laporkan ini ke Polres Lamteng,” papar mantan Cawabup Pesawaran ini.

Ditempat sama, Azwar Saparudin, ketua tim pemenangan Gunadi-Imam di Kecamatan Seputih Surabaya menuturkan, kejadian perusakan posko terjadi pukul 12.30 WIB.

“Saya dan adik saya (Badri) sedang nonton tv, serta 3 relawan lain sedang duduk di ruang tamu. Anak buah saya bilang ada tamu dari timnya Mustafa. Saya persilakan masuk, 5 menit duduk mereka (15 orang) langsung merusak rumah saya (posko). Tiga orang relawan yang duduk berlari karena dihunus badik. Adik saya (Badri) dikeroyok, saat saya mau melerai dihalangi dan diancam, oleh Saleh Mukodan dan Arifin,” tutur dia.

Dia meminta petugas keamanan untuk segera mencari pelaku serta otak dibalik perusakan posko pemenangan. Dengan begitu ada efek jera kepada pelaku.

“Saya dibantu warga setempat mengendarai motor menuju Polsek. Saat Polisi tiba, para pelaku sudah kabur,” tandasnya. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *