IAIM NU Gelar Work Shop

FOKUS- Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama (IAIM-NU) bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Work Shop Peningkatan dan Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Isalam (PAI) SMP Bidang Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT).
Kegiatan yang digelar di Local Education Centre (LEC) Kartikatama Metro itu diikuti 60 guru PAI. Mereka terdiri dari 23 orang asal Lampung Tengah, 20 orang dari Lampung Timur, dan 17 orang dari Metro. Rektor IAIM-NU, Mispani, membuka acara itu Jumat (4/12) sore.
Menurut dia, acara itu dimaksudkan memahami pentingnya penggunaan ICT dalam pembelajaran PAI, menjelaskan langkah-langkah pembuatan media pembelajaran PAI berbasis ICT, memberi keterampilan teknik pengolahan teks beraksara Arab menggunakan perangkat lunak (software) NonosoftKhat.
“Selain itu, acara yang difasilitasi dosen IAIM dan pejabat Kementerian Agama pusat dan wilayah ini juga ditujukan untuk membuat multimedia pembelajaran interaktif dengan menggunakan Powerpoint secara inovatif,” jelas Mispani. Terakhir, juga ditujukan untuk memberi keterampilan mengimplementasikan pembelajaran PAI menggunakan media pembelajaran berbasis ICT.
Untuk itu, selama tiga hari para guru PAI itu akan mendapatkan materi tentang kebijakan Direktorat Pendidikan Agama Islam (Ditpais) dalam peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan ICT dalam pembelajaran PAI. Selain itu, juga materi tentang desain pembelajaran PAI berbasis ICT.
Ditambah lagi dengan teknik pengolahan teks beraksara Arab menggunakan perangkat lunak NonosoftKhat, praktek membuat multimedia pembelajaran interaktif menggunakan Powerpoint secara inovatif dan simulasi pembelajaran PAI menggunakan media pembelajaran berbasis ICT.
Pascaworkshop itu, Mispani mengharapkan tidak ada lagi guru PAI tingkat SMP yang gagap teknologi dalam pembelajaran. Dengan begitu, pembelajaran PAI akan makin menarik sehingga semangat belajar para siswa juga akan makin tinggi dan hasilnya juga diharapkan demikian.
Untuk itu, dia mengharapkan para guru yang telah mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam pemanfaatan ICT bagi pembelajaran PAI dapat menularkan kepada teman sejawat atau seprofesi. Sebab, kemajuan pembelajaran agama itu menjadi tanggung jawab semua guru dimaksud. (ayn)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *