15 views

Pawaslu Garap Bustami-Adinata

FOKUS- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Waykanan, Bustami Zainuddin-Adinata saat ini sedang digarap Panwaslu setempat atas dugaan pelanggaran money politic yang dilakukan tim pemenangannya.

Menurut Ketua Panwaslu Waykanan, Triawana, pihaknya  sudah menerima laporan dugaan money politic yang kuat dugaan dilakukan tim pemenangan paslon nomor urut satu itu. “Kita sudah terima laporan dugaan kasus money politic ini dari pelapor atas nama Iwan Fatra warga Tanjungdalom. Saat ini kasus tersebut masih kita dalami,“ kata dia, Senin (7/12).

Dia mejelaskan, dalam laporan tersebut diterangkan, dugaan kasus money politic itu dilakukan Edi Sucipto dan Saefudin di wilayah Kecamatan Bumiagung pada Jumat (4/12) pukul 23.30 WIB, di kediaman terlapor Edi Sucipto. Kedua terlapor diketahui merupakan koordinator tim sukses paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1 untuk kecamatan setempat.

Dia melanjutkan, pelapor juga menyerahkan barang bukti berupa empat amplop berisi uang sebesar Rp 4 juta, terdiri dari pecahan Rp100 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 10 ribu serta sejumlah kupon yang akan dibagikan pada warga.
“Keduanya terlapor itu juga mengaku bahwa uang dan kupon itu didapat dari paslon bupati dan wakil bupati nomor urut 1,” ungkapnya.
Triwana menuturkan, berdasarkan keterangan pelapor, modus yang dilakukan terlapor dengan mendatangi  saksi  di tiap tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Bumiagung. Kemudian meminta kepala kampung mengumpulkan 50 orang di setiap TPS,  agar mencoblos paslon bupati dan wakil bupati nomor urut 1  Bustami Zainudin.
Selanjutnya, terlapor turut menemui langsung warga dikediamanya untuk membagikan kupon serta uang Rp 20 ribu. Nantinya usai  memberikan hak suara di TPS dengan mencoblos surat suara paslon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, setiap warga yang memegang kupon akan kembali diberi uang Rp100 ribu.
“Kita akan rapat membahas kasus ini untuk diteruskan Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). Selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai standar prosedur yang  berlaku. Jika memenuhi unsur, maka akan diteruskan ke pengadilan. Pengadilan yang memutuskan sanksi apa yang akan diberlakukan,”  tandasnya. (win)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *