Ratusan Penghuni Lapas Terancam Tidak Dapat Nyoblos

Fokus– Perhelatan pesta demokrasi lima tahunan pada pemilihan kepada daerah (Pilkada) Bandarlampung yang tinggal menunggu hari lagi dipastikan tidak akan maksimal. Sebab, selain persoalan logistic, sejumlah pemilih yang sudah mempunyai hak pilih tidak belum terakomodir. Misalkan, pemilih anak kos, penyandang disabilitas, serta pemilih penghuni lapas.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, Sholihin mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih berupaya untuk menyukseskan pesta demokrasi di 8 kabupaten/kota, termasuk di Bandarlampung yang belum terakomodir maksimal mata pilihnya.

“Di Lapas ada sekitar 791 orang jumlah seluruh penghuni, namun belum jelas alamatnya, apakah dia warga Bandarlampung atau bukan. Yang diidentifikasi warga Bandarlampung itu sebanyak 440 lebih itu sudah bisa menyumbangkan suaranya pada lusa (pilkada 9 desember) mendatang,” kata dia di Lapangan Kopri usai menghadiri apel pengukuhan pilkada, Selasa (7/12).

Terkait mekanisme pencoblosan, sambung pria yang akrab disapa Coing ini, masih dikoordinasikan dengan pihak Lapas serta Bawaslu.

Nah, untuk mekanismenya masih kita koordinasikan. Karena, memang Lapas Way Hui itu berada diperbatasan Bandarlampung dengan Lamsel,” ungkap dia.

Dijelaskannya, sampai saat ini masih terkendala dari tempat pemungutan suara (TPS). Itu disebabkan karena Lapas Way Hui bukan merupakan wilayah Kota Tapis Berseri. Kendati demikian, untuk tehnis di lapangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala lapas.

“Kalau upaya kita sedang berkoordinasi dengan kepala lapas. Teknisnya, seluruh warga Bandarlampung di sana (Rutan Way Hui, red) pada pemilu nanti bisa keluar dari lapas untuk memilih di TPS yang sudah disediakan. TPS-nya di Sukarame. Karena TPS kita ada tidak bisa sampai disana,” harap dia.

Sementara itu, tegas dia, jika mekanisme tersebut kurang efektip karena bersinggungan dengan peraturan lapas, pihaknya belum bisa memastikan penghuni lapas bisa ikut memberikan hak pilihnya. Artinya, napi Way Hui terancam gagal menentukan hak suaranya.

“Memang teknis seperti itu bertabrakan dengan peraturan di sana (Lapas, red). Karena butuh pengawalan khusus dari petugas penjaga lapas,” jelas dia.

Disisi lain, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, Fatikhotul Khoiriyah menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Pihaknya juga sudah mengirimkan surat rekomendasi kepada KPU Bandarlampung untuk mengupayakan pemilihan di Rutan Way Hui.

“Bawaslu sudah merekomendasikan kepada KPU Bandarlampung. Surat rekomendasinya sejak 2 hari kemarin. Supaya semua warga penghuni rutan Way Hui bisa menyalurkan suaranya,”  tegasnya. (fer/win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *