31 views

SMA Al-Kautsar Bidik Siswa Unggulan

FOKUS – Kesuksesan SMA Al-Kautsar dalam pengembangan siswa khususnya dibidang olimpiade, ternyata merupakan sesuatu yang sudah menjadi targetan sekolah favorit di Lampung ini, pasalnya para peserta olimpiade sudah dibidik sejak awal mereka masuk di sekolah tersebut.

Targetan SMA Al-Kautsar menjadi SMA yang unggul dalam bidang akademik maupun non akademik ternyata  sudah dipersiapkan secara matang dan memakai strategi khusus.

Dikatakan Mesiyanto,S.Pd, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMA Al-Kausar, pihaknya sejak awal seleksi penerimaan siswa baru(PSB) sudah membidik calon-calon peserta didik yang memiliki kualitas diatas rata-rata dengan menempatkan mereka di kelas unggulan.

“Sejak PSB kita sudah menyaring secara ketat, peserta didik yang akan kita persiapkan untuk mengikuti ajang olimpiade, mereka yang tersaring akan kita tempatkan di kelas khusus, yakni kelas unggulan,”ungkapnya.

Jam belajar kelas unggulan pula dibedakan, yakni ditambah jam pelajaran khusus untuk olimpiade, selain itu, pembiayaan siswa yang berprestasi di kelas unggulan akan ditanggung oleh pihak sekolah.

“jam belajar mereka kita tambah dengan jam khusus pelajaran olimpiade, dan untuk menstimulan siswa, kita berikan apresiasi kepada mereka yang berprestasi dikelas, dengan cara pemberian beasiswa, ada yang mendapat potongan 100%  alias semua biaya ditanggung sekolah dan ada juga yang mendapat potongan 50% dalam pembiayaan biaya sekolah,” paparnya.

Bukan hanya itu, dalam hal tenaga pengajar juga dibedakan kualitasnya, supaya siswa-siswa yang diprioritaskan untuk mengikuti ajang olimpiade ini bisa benar-benar menjadi siswa terbaik.

“Itu memang kita paksakan demi menjaga eksistensi dari kelas unggulan yang sudah kita jaga selama ini sejak tahun 2003,”ucapnya.

Dilanjutkan pembina olimpiade kebumian ini, selain hal tersebut diatas, pihaknya juga menerapkan sistim degradasi, dimana siswa kelas unggulan yang prestasinya menurun dan tersaingi oleh temannya dari kelas non unggulan maka akan ada proses konversi, yakni siswa unggulan tersebut akan digantikan posisinya oleh temannya yang lebih kompeten.

“Kita juga menerapkan sistem degradasi, siswa kelas unggulan yang prestasinya lebih rendah dari temannya yang berasal dari kelas non unggulan maka posisi mereka akan di rolling, begitu seterusnya,”tandasnya.

Terpisah, Yudi Antoni,S.Si menjelaskan secara pembinaan siswa, sekolah melakukan pembinaaan yang intensif, dengan menghadirkan lembaga pembina yang berasal dari pulau jawa untuk membantu melakukan pembinaan terhadap siswa.

“Kita dari pihak sekolah melakukan pembinaan secara intensif terhadap siswa, salah satu cara yang kita tempuh saat ini adalah bekerja sama dengan lembaga olimpiade dari pulau jawa, guna membantu melakukan pembinaan,”jelasnya. (adi).

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *