16 views

Arjuna Akui “Bagi Uang”

FOKUS- Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pesisir Barat terpilih, Agus Istiqlal-Erlina mengakui jika pihaknya telah membagi-bagikan uang menjelang hari pencoblosan.Namun demikian, pasangan unggul dengan perolehan suara 32,32 hasil real count  KPU ini  berkilah jika uang itu disebut diasumsikan sebagai money politic atau serangan fajar.

Agus mengatakan, uang yang dibagikan merupakan uang operasional yang diperuntukan kepada tim pemenangannya serta relawan yang tertera dalam surat keputusan (SK) tim pemenangannya.

“Uang itu adalah untuk operasional tim Arjuna. Karena bersama dengan uang itu di dalamnya ada SK tim relawan kami. Dan hal itu dibenarkan dan sah secara hukum, karena itu bukan money politic,” kata Agus, Senin malam (15/12).

Menurut mantan Kajari Tanggamus ini, Arjuna memiliki 4 tim pemenangan yang jumlahnya ribuan orang. Setiap anggota tim memiliki SK yang ditandatanganinya langsung.

“Jadi apakah salah tim kami kami berikan operasional?.  Mereka kan bekerja untuk kami tanpa digaji?. Justru sebaliknya pihak merekalah (Arya-Efan) yang melakukan praktek money politik dan pembagian sembako secara terang-terangan. Bahkan di dalam sembako itu jelas ada gambar gubernur nya, namun hingga sekarang meskipun dilaporkan, tidak ada tindak lanjutnya,” paparnya.

Bahkan dikatakan Agus, pasangan Arya-Efan yang melakukan kecurangan. Mulai dari money politic, intimidasi hingga penculikan terhadap relawan serta tim pemenangannya.

“Bahkan bukan money politic saja. Mereka juga sudah mengintimidasi dan menculik tim-tim kami di lapangan. Tindakan seperti teroris tersebut  dilakukan secara terencana dan tersistematis untuk melemahkan tim Arjuna. Ada 21 orang tim kami yang diculik  dan dipaksa untuk mengaku bukan anggota tim kami dengan menandatangani pernyataan. Kemudian mereka diminta untuk melaporkan ke Panwaslu bahwa kami melakukan money politic. Setelah itu, mereka diberi uang Rp100 ribu dan diantarkan ke Panwaslu. Silakan kalian jabarkan sendiri, di sini siapa yang melakukan money politik?. Kami punya buti-bukti dan saksi-saksinya,” paparnya.

Dia mengaku pihaknya sudah melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan Arya-Efan ke panwas. Sedangkan, pelanggaran yang menyangkut pidana pihaknya akan segera melaporkan kepenegak hukum.

“Untuk pidana setelah proses pilkada ini selesai kita akan laporkan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Dijelaskan dia, intimidasi dan penculikan yang dilakukan tim pemenangan Arya-Efan sangat memalukan dan melanggar azas demokrasi.

“Tindakan seperti teroris tersebut  dilakukan secara terencana dan tersistematis untuk melemahkan tim Arjuna. Ada 21 orang tim kami yang diculik  dan dipaksa untuk mengaku bukan anggota tim kami dengan menandatangani pernyataan. Kemudian mereka diminta untuk melaporkan ke Panwaslu bahwa kami melakukan money politic. Setelah itu, mereka diberi uang Rp100 ribu dan diantarkan ke Panwaslu. Silakan kalian jabarkan sendiri, di sini siapa yang melakukan money politik?. Kami punya buti-bukti dan saksi-saksinya,” tandasnya. (Edwin.F)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *