TK BI Adakan Lomba Melukis

FOKUS- Banyak hal yang dapat dilakukan dalam merangsang system motorik anak, baik itu dalam merangsang daya fikir ataupun imajinasinya, termasuk dengan menggambar suatu pemandangan. Mengapa ? Karena dengan menggambar atau melukis yang dihasilkan mereka merupakan luapan imajinasinya.

Menurut Yusnani,S.Pd,Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak Bintang Indonesia (TK BI), lomba melukis yang diadakan disekolahnya , Senin  (14/12),  adalah hasil kerja sama pihak sekolah dengan PT Honda Tunas Dwipa Matra,Lampung.

Sebagaimana diketahui, PT. Tunas Dwipa Matra (TDM) main dealer sepeda motor Honda di Lampung menggelar kegiatan safety riding for kids di TK Bindo, Ratulangi, Senin (14/12).

Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian Honda terhadap keselamatan di jalan raya yang aman dan untuk memperkenalkannya  sejak dini kepada anak-anak di Lampung.

Perlombaan yang digelar sehari ini, diperuntukkan agar  siswa TK Bindo(Sebutan untuk TK Bintang Indonesia,Red) dapat terangsang system syaraf motoriknya.

“Perlombaan ini adalah hasil kerjasama sekolah kita dengan honda yang kebetulan sedang ada promo, tujuan kita mengadakan lomba ini supaya sistem motorik anak biar terangsang dan berkembang,”paparnya.

Dilanjutkannya, hasil lukisan anak-anak asuhnya sangat variatif dan unik serta bagus-bagus, mereka mampu menggambarkan sesuatu dan menjelaskan makna gambaran mereka satu persatu.

“Lukisan mereka ini bagus-bagus, selain menuangkan karya lewat gambar, mereka juga mampu menjelaskan makna gambaran mereka itu secara jelas dan terperinci,”ungkapnya.

Diketahui perlombaan tersebut dijuarai oleh Balqis Sasa Bilasani(Caca) sebagai juara I,disusul oleh Raffa Faridz Ibni (Raffa) sebagai juara II, kemudian terakhir yakni Korri Chabrinha Qurotta Aini (Oi) sebagai juara III.

Dilain tempat, Ratna, ibu dari salah satu siswa mengaku bahwa dirinya sangat menyambut baik adanya perlombaan semacam ini, karena dengan adanya perlombaan seperti ini dapat memicu keinginan anaknya untuk belajar lebih baik lagi, namun walaupun demikian dirinya selalu menekankan bahwa dalam mengikuti perlombaan tidak boleh merasa ada saingan yang harus dijatuhkan, namun semuanya tetap dikemas dalam nuansa kekeluargaan, jikalau belum menjadi juara, maka harus tetap bersahabat dengan teman yang lain dan tidak boleh ada permusuhan.

“Saya sangat apresiasi dengan perlombaan seperti ini, sehingga dengan adanya perlombaan maka semangat belajar anak akan terpacu, namun selalu saya tekankan kepada putrid saya, bahwa walupun mengikuti perlombaan, tidak boleh ada rasa ingin menjatuhkan lawan, dan harus tetap semangat dengan menganggap mereka saudara,”jelasnya. (adi).

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *