0 views

FT UML Unggul

FOKUS- Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) dibawah kepemimpinan Hamimi,S.T,M.Si, tidak main-main dengan niatannya untuk membawa fakultas ini unggul dan menjadi barometer seluruh fakultas yang ada di UML, pasalnya, Fakultas Teknik UML saat ini sudah menggandeng Institut Teknologi Surabaya(ITS)dalam kerjasama peningkatan mutu.

Dikatakan Hamimi, Teknik Elektro UML berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang bisa menganalisa permasalahan keteknikan, mengajukan solusi keteknikan yang logis baik secara sistemik maupun praktek,serta didukung oleh metode yang benar dan tepat. Mahasiswa juga diminta untuk memiliki kemampuan merancang dan mengembangkan perangkat lunak dan perangkat keras dan selalu meningkatkan pengetahuan teknologi di bidang teknik elektro.

“Mahasiswa kita harus mampu menganalisa permasalahan keteknikan,serta dapat memberikan solusi dari permasalahan tentang keteknikan yang ada, didukung dengan metode yang tepat dan benar tentunya,”jelasnya.

Meski fokus jurusan ini kepada kelistrikan tegangan tinggi,namun tetap tidak mengabaikan teknik kelistrikan tegangan rendah agar semua permasalahan teknik baik untuk tegangan tinggi maupun tegangan rendah dapat dikuasai oleh lulusan teknik elektro UML.

“Fokus kita adalah listrik tegangan tinggi, namun demikian kita juga tidak mengabaikan listrik yang bertegangan rendah, ya agar semua skill dimiliki oleh lulusan teknik kita,”paparnya.

Dilanjutkan pria lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta(UMS) ini, lulusan Teknik elektro UML saat ini sangat banyak diminati oleh perusahaan-perusahaan, baik itu di dalam provinsi lampung, ataupun perusahaan yang berada di luar lampung, dan sejauh ini 98% lulusan teknik elektro UML dditerima bekerja dan tidak menganggur.

“Kita tidak ikut menyumbang pengangguran terdidik(setelah wisuda menganggur,Red) karena semua alumni kita sudah diterima bekerja, bahkan ada yang belum lulus sudah ditawari pekerjaan, baik itu di BUMN ataupun BUMD,”tegasnya.

Masih kata dia, mencari tenaga kerja dari alumni untuk dipekerjakan di UML saja, saat ini sudah sangat sulit, karena alumninya rata-rata sudah diterima bekerja ketika belum diwisuda.

“Kita untuk mencari tenaga kerja yang berasal dari alumni saja saat ini sudah sangat sulit, karena mereka rata-rata sudah bekerja diluar sana,”tandasnya.

Senada dikatakan Budi, salah satu wisudawan teknik elektro UML, dirinya sangat beruntung dan tidak salah pilih jurusan ketika kan masuk kuliah, dia yang saat ini sudah bekerja di Perusahaan Jawatan Kereta Api(PJKA) mengaku diterima bekerja sebelum dirinya diwisuda.

“Alhamdulillah, berkat ilmu yang saya dapat dari dosen yang ada saya bias lulus seleksi di PJKA,mengalahkan ribuan pendaftar yang lain,”tutupnya. (adi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *