78 views

Pelajaran Bahasa Lampung Wajib untuk Pelajar

FOKUS – Dalam setiap daerah, memiliki khasanah budaya masing-masing yang senantiasa dilestarikan lewat mata pelajaran muatan lokal (Mulok) yang dijadikan mata pelajaran wajib yang harus diajarkan kepada seluruh siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah. Namun di Lampung sendiri terbilang unik, pasalnya yang mengetuai MGMP (musyawarah guru mata pelajaran) muatan lokal bukan berasal dari pribumi Lampung sendiri.

Dikatakan Warsiyem,S.Pd,M.Pd, ketua MGMP muatan lokal provinsi lampung, dirinya sangat mencintai bahasa lampung, cintanya terhadap bahasa lampung itu diawali dari rasa penasaran dan keingintahuannya tentang bahasa lampung.

“Saya awalnya penasaran dan ingin tahu tentang bahasa Lampung,kemudian setelah saya pelajari muncullah kecintaan saya terhadap bahasa Lampung itu,”jelasnya.

Dilanjutkan dia, pada awal pembelajarannya dia sempat dipusingkan oleh bahasa Lampung itu, karena begitu kayanya Lampung, sehingga dalam dialektika bahasa saja dari setiap daerah walaupun masih berada dalam satu wilayah yakni provinsi lampung berbeda-beda satu sama lain.

“Awalnya itu saya sempat pusing dan bingung, karena bahasa lampung sangat banyak, ada yang dialek A,O,Api,dan Ou, tapi kembali saya tertarik untuk mempelajari bahasa Lampung ini,”paparnya.

Meski bukan berasal dari penduduk pribumi lampung, namun kecintaannya terhadap lampung tidak diragukan lagi, penguasaan bahasa lampung yang dimilikinya merupakan bukti dari kesungguhan dan keseriusannya dalam mencintai lampung, bahkan sebagai tanda penghormatan dari masyarakat lampung, dia memperoleh nama lampung yakni Raden Ayu Suaka.

Wanita yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan TPOD(Tanda Penghargaan Orang Dewasa) dari pramuka ini juga tidak serta merta merasa lebih unggul dari teman-temannya yang lain, namun kehadirannya dalam dunia budaya lampung diharapkan dapat memotivasi warga lampung itu sendiri dalam melestarikan warisan luhur yakni bahasa lampung.

“Saya tidak mau menyombongkan diri dengan apa yang sudah diraih saat ini, namun saya sangat berharap dengan hadirnya saya dalam dunia kebudayaan lampung khususnya dalam pelajaran bahasa lampung dapat memotivasi rakyat lampung itu sendiri,”tandasnya.

Terpisah,Komaria Calputer alias St.Darmawan yang juga penggerak budaya di Lampung sangat mengapresiasi kehadiran Warsiyem dalam dunia pendidikan khususnya dalam pelestarian bahasa lampung.

“Kita sangat mengapresiasi kehadiran Raden Ayu Suaka (Warsiyem) dalam pelestarian bahasa Lampung,”ujar pembawa acara pandai cawa (berbicara) TVRI Lampung ini.

Lanjutnya, kehadiran Raden Ayu Suaka ini seharusnya dapat memotivasi pemuda/i lampung untuk lebih mencintai bahasa lampung, dan tetap melestarikan bahasa identitas daerah lampung yang saat ini merupakan salah satu bahasa yang terancam punah karena tidak dilestarikan oleh penerusnya.

“Seharusnya pemuda/i lampung harus lebih termotivasi lagi dengan hadirnya dia, tanamkan dalam diri Raden Ayu Suaka yang berasal dari tanah seberang saja bisa mengapa kita yang memang penduduk asli tidak bisa,”himbaunya. (adi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *