Musim Tanam Rendeng Terhambat

HARIANFOKUS.COM– Rendahnya curah hujan hingga pertengahan bulan Desember di Lampung Selatan, berakibat terhambatnya proses tanam padi musim rendeng.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lampung Selatan, Mugiyono mengatakan hingga kini luas tanam baru mencapai sekitar 9.000 hektare, sementara target luas tanam untuk musim rendeng mencapai sekitar 62.000 hektare.

Pihaknya, kata dia, akan menggenjot proses tanam petani di bulan Januari mendatang. Dengan harapan secara optimal target tanam musim rendeng tercapai.

“Sampai dengan pertengahan bulan Desember ini curah hujan masih rendah. Ada sebagian kecamatan masih kering, sehingga petani belum mulai melakukan proses tanam,” katanya, tanpa menyebutkan kecamatan mana saja, (18/12) lalu.

Karena rendahnya curah hujan hingga kini, lanjut dia, pihaknya memperkirakan sulit mencapai target dua kali tanam pada musim rendeng di beberapa kecamatan. Sebab, memasuki bulan April sudah mulai masuk musim kemarau.

“Di sini, luas sawah 45 ribu hektare. Untuk mencapai target luas tanam lebih dari 60 ribu hektare, kami berharap ada beberapa daerah yang dapat melakukan dua kali tanam pada musim rendeng. Tapi kalau lihat kondisi cuaca sekarang sulit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Lampung Selatan, Noviar Akhmal menjelaskan kondisi alam saat ini sulit untuk diprediksi. Karenanya, ia meminta petani untuk memantau setiap perubahan musim.

“Jika memang belum memungkinkan untuk tanam jangan dipaksa, karena air masih belum maksimal. Kita tidak bisa memaksa melawan alam,” ujarnya.

Pihaknya berharap memasuki akhir tahun ini, curah hujan sudah cukup maksimal untuk melakukan proses tanam para petani. Sehingga musim tanam rendeng dapat dimaksimalkan.

“Kami berharap akhir bulan ini petani sudah mulai lebih merata melakukan tanam. Hujan sudah lumayan tinggi dibanding kemarin-kemarin,” ujar dia. (Red)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *