Ormas Desak Gubernur Nonaktifkan Tauhidi

 

HARIANFOKUS.COM– Dua organisasi masyarkat (Ormas) Lampung, yakni Tim Andalan Masyarakat Pasukan Inti Lampung (Tampil) dan Forum Lampung Timur Say (FLTS) mendesak Gubernur Lampung M. Ridho Ficardho untuk segera menonaktifkan Tauhidi sebagai Penjabat (Pj) Bupati Lampung Timur. Hal ini agar Tauhidi lebih konsen menjalani pemerikasaan oleh Kejaksaan Agung terhadap kasus yang membelitnya.

Syamlerro selaku korlap aksi di depan Kantor Gubernur Lampung, Senin (21/12) mengatakan, dengan dinonaktifkannya Tauhidi maka dipastikan pembangunan Lamtim dapat berjalan atau maksimal.

“Kami minta pak gub untuk menonaktifkan Tauhidi, biarkan dia lebih konsen terhadap pemerikasaan. Sehingga tidak mengganggu maksimalimasi pembangunan di Lamtim,” kata dia.

Dia juga mengecam atas tindakan Tauhidi yang telah melakukan mutasi jabatan selama lima kali. Hal ini menurutnya melanggar UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan PP 49/2008.  “Untuk itu, kami mendesak Tauhidi segera mengundurkan diri sebagai Pj Bupati Lampung Timur karena tidak layak jadi seorang penjabat,” ucapnya.

Diketahui, Kejaksaan Agung menetapkan Tauhidi sebagai tersangka korupsi dan pencucian uang pada pengadaan perlengkapan sekolah siswa kurang mampu di Dinas Pendidikan Lampung tahun 2012.

Selain Tauhid, terdapat tiga tersangka lain dalam perkara tersebut. Mereka adalah EH (mantan Kasubag Perencanaan Dinas Pendidikan Lampung), MH (wiraswasta), dan ASSR (PNS Kantor Pemberdayaan Masyarakat).

Para tersangka diduga menyelewengkan dana pengadaan perlengkapan sekolah untuk siswa kurang mampu SD/MI/SMP/MTs senilai Rp17,7 miliar. Anggaran tersebut terbagi dalam 93 paket pekerjaan di 13 lokasi kabupaten dan kota melalui penunjukan langsung 38 perusahaan rekanan.

Proyeknya berupa pengadaan topi, baju seragam pria dan wanita, baju pramuka pria dan wanita, tas, serta ikat pinggang. Dalam pelaksanaannya, jaksa menduga ada penunjukan perusahaan yang menyimpang dari prosedur atau rekayasa lelang serta penggelembungan.(win)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *