43 views

TPI Muara Pilu Bakauheni

 HARIANFOKUS.COM– Cuara buruk yang melanda perairan Lampung Selatan dalam dua pekan terakhir membuat para nelayan terpaksa  tidak melaut. Ini karena cuaca sewaktu-waktu bisa berubah sangat ekstrem.

Pantauan awak media di TPI Muara Pilu Bakauheni, banyak nelayan di TPI tersebut yang untuk sementara waktu tidak melaut, terutama pada malam hari.

“Cuaca saat ini cukup ekstrem, terutama pada malam hari,” ungkap Rahmad, seorang nelayan, Senin (21/12).

Kekhawatiran nelayan wajar karena angin dengan kecepatan di atas 20 knot per jam sewaktu-waktu bisa terjadi. Alur laut pun cukup kuat .

Banyaknya nelayan yang tidak melaut karena kondisi cuaca ekstrim dalam beberapa hari terakhir. Mempengaruhi hasil tangkapan ikan. Dan hal itu berimbas pada kenaikan harga ikan di beberapa pasar.

Seperti di pasar Bakauheni,  Lamsel. Saat ini harga ikan simba yang biasanya Rp 34 ribu per kilogramnya. Kini naik menjadi Rp 44 ribu per kilogramnya. Begitu juga dengan ikan tongkol yang biasanya Rp 25 ribu perkilogramnya. Kini naik jadi Rp 33 ribu per kilogram.

“Sudah tiga hari ini harga ikan naik. Karena tangkapan ikan nelayan turun. Banyak nelayan yang tidak melaut,” terang Supinah, salah seorang pedagang, Senin (21/12).

Kondisi yang sama juga terlihat di pasar Kalianda. Harga ikan laut di pasar tersebut mengalami kenaikan rata-rata Rp. 7 ribu perkilogramnya. Saat ini tangkapan ikan nelayan turun drastis. (gih)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *