56 views

Dari Hobi Menjadi Profesi

HARIANFOKUS.COM – Bagi sebagian orang, berburu merupakan hobi, selain melatih kesabaran dan kecepatan, berburu adalah yang menyenangkan, tetapi untuk menekuni hobi tersebut, banyak masyarakat yang terkendala dengan harga perlengkapan hobi yang cendrung mahal, kini hal tesebut dapat diatasi karena Tactical Outdoor Gear menyediakan perlengkapan berburu dengan harga yang terjangkau.

Tactical Outdoor Gear yang terletak di JL. Pembangunan, No.19.A, Sukarame, Bandarlampung menjual segala merk dan ukuran senapan angin, beserta aksesorisnya dengan harga yang bervariasi. Hendra Gunawan selaku Owner dari Tactical Outdoor Gear mengatakan, dirinya membuka usaha tersebut berawal dari hobi berburu yang dia geluti.

“ Saya bebisnis ini berawal dari hobi, hingga ahirnya pada awal Januari 2015 saya benar-benar serius menekuni bisnis jual beli senapan angin dan segala macam aksesorisnya,” ujar Hendra saat ditemui dioutletnya pada hari Rabu, (23/12).

Untuk senapan angin, Hendra mengatakan dirinya menjual senapan angin laras panjang dengan kaliber peluru 4,5 ml, yang digunakan khusus untuk berburu saja, selain itu dirinya juga menyediakan berbagai macam perlengkapan berburu mulai dari kaos, celana hingga tas, tentunya dengan harga yang sangat terjangkau dan dijual keseluruh Indonesia.

“ Untuk harga senapan angin sangat bervariasi dan sangat terjangkau bagi para pemburu, mulai dari Rp. 500 Ribu sampai Rp. 4,5 Juta. Kalau untuk aksesoris seperti peluru, saya jual seharga Rp. 10 Ribu per kotak, tas seharga Rp. 115 Ribu, kaos Rp. 110 Ribu dan celana Rp. 150 Ribu. Kami juga melayani pemesanan keseluruh Indonesia,” kata Hendra.

Tidak hanya menjual perlengkapan berburu, Tactical Outdoor Gear juga melayani servis kerusakan senapan angin milik konsumen dengan tenaga servis yang professional. Selain itu Hendra juga menambahkan agar para konsumen tidak menyalahgunakan peralatan berburu kearah yang negatif.

“Sebaiknya bagi para pemilik senapan angin agar dapat menggunakan senjata tersebut sesuai dengan keperluannya, bukan dipakai untuk menakut-nakuti atau merugikan orang lain, apalagi sampai digunakan untuk tindakan yang krimal,” papar Hendra. (dam)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *