81 views

DKP Lamsel Sambut Baik Program Gapari

HARIANFOKUS.COM – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lamsel menyambut baik bantuan program gerakan pakan ikan mandiri yang diberikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI).

Pasalnya, kurang terpenuhinya pakan ikan sebagai salah satu permasalahan dalam budidaya ikan air tawar di kabupaten itu.

Hal ini diungkapkan Kepala DKP Lampung Selatan Meizar Malanesia, didampingi salah satu Kabidnya Iwan, kemarin , ketika ditemui di ruang kerjanya.

Menurut dia, pada tahun 2015 ini, DKP Lampung Selatan telah menerima bantuan program Gapari yang diperuntukkan enam kelompok berasal dari Kecamatan Katibung 1 kelompok, Kecamatan Tanjungbintang 1 kelompok, Kecamatan Jatiagung 1 kelompok, dan Kecamatan Palas 3 kelompok.

“Keenam kelompok tersebut juga mendapatkan bantuan fasilitas pendukung. Setiap kelompok diberikan masing-masing 1 unit kendaraan motor roda 3 dari KKP RI yang diberikan secara simbolis oleh Gubernur Lampung pada puncak acara peringatan Hari Nusantara Provinsi Lampung, Kamis (17/12/2015) lalu,” katanya.

Lebih lanjut Meizar menjelaskan upaya mewujudkan ketahanan pangan di sektor perikanan melalui ketersediaan protein hewani asal ikan di wilayah Negara Republik Indonesia dengan jumlah yang cukup dan harga memadai. Maka, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan adanya penekanan terhadap biaya produksi yang berasal dari pakan.

“Kegiatan ini ditujukan kepada kelompok pembuat pakan ikan mandiri/pokdakan melalui fasilitasi bantuan bahan baku pakan ikan tersebut sebagai stimulasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia menambahkan usaha yang dimanfaatkan sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) melalui swakelola dan menjadi tanggungjawab sepenuhnya oleh Kelompok Pembuat Pakan Ikan Mandiri/Pokdakan dibawah bimbingan dan pengawasan DKP Lampung Selatan dalam pemanfaatan mesin pembuat pakan ikan.

“Sebab, belum dapat memanfaatkan secara optimal dikarenakan keterbatasan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM), ketersediaan bahan baku, teknologi, produksi pakan ikan mandiri yang belum maksimal. Untuk itu, hal ini perlu dilakukan pengawasan secara berkesinambungan oleh DKP Lamsel,” tambahnya (Singgih/Lmp)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *