18 views

Pasar Kemiling Butuh “Sentuhan” Walikota

HARIANFOKUS.COM – Hingga kini, pasar induk Kemiling Bandar Lampung sepi, nyaris tidak ada aktivitas jual beli, padahal telah dibuka sejak tahun lalu. Saatnya, periode kedua Herman HN menjadi Walikota Bandarlampung memberikan “sentuhan lebih” untuk konstituennya.

Dari pantauan HARIANFOKUS.COM, Selasa (22/12/2015), puluhan ruko terlihat kosong tak berpenghuni. Sedangkan ratusan meja dagangan yang terbuat dari keramik  untuk pedagang trdisonal hanya diisi enam pedagang.

Bagian ruko yang terisi hanya di bagian sisi luar, itupun tidak semuanya berpenghuni. Hanya beberapa warga saja hilir mudik melintasi tengah bagian pasar.

Uni, mantan pedagang di pasar ini menuturkan, pasar Kemiling justru ramai ketika belum dibangun ruko. Setelah berdiri beberapa ruko, pasar nyaris mati. “Saya dulu dagang baju disini, rame pembelinya. Tapi sekarang pasar malah sepi, padahal sudah dibangun ruko. Saya pun tak berjualan lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bude, pedagang sayuran di pasar tersebut menuturkan dari lima tahun berdagang di pasar Kemiling tak ada perubahan soal pembeli, keadaannya masih tetap sama sepi. “Katanya pasar tapi kok sepi,” ujar dia.

Karena sepi pembeli, Ia pun menggelar dagangan tak menentu, tergantung keadaan dan keinginan. “Kalo dagang suka-suka saja. Kalo pengen balik siang ya siang, kalo pulang sore ya sore, kapan mau pulang saya pulang karena sepi sih,” imbuhnya.

Setiap berjualan, barang dagangannya nyaris tak pernah habis terjual. “Bude kalau berjualan tidak pernah habis daganganya,” keluhnya

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Bandarlampung pernah menawarkan lapak berdagang (hamparan-Red) secara gratis selama 6 bulan, bagi warga yang ingin berjualan di Pasar Terminal Kemiling. “Khusus meja atau hamparan akan digratiskan selama enam bulan,” kata  Wali Kota Bandarlampung Herman HN saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Terminal Kemiling, Senin (09/01).

Menurut Herman HN, kebijakan tersebut untuk menarik minat para pedagang, agar Pasar Terminal Kemiling menjadi ramai. “Saya lihat banyak hamparan kosong atau tidak terisi.”

Herman juga menyayangkan kondisi pasar yang kurang difungsikan secara optimal. Padahal jika pasar tersebut difungsikan sebagaimana mestinya, pasti akan mendongkrak tingkat perekonomian masyarakat Kemiling, khususnya warga sekitar pasar.

Herman akan mengaktifkan kembali pasar tersebut dengan mengambil alih 52 lapak di bagian belakang pasar. Lapak ini nantinya akan dipasang label milik pemkot. “Di bagian belakang ada 52 lapak dan 6 ruko, kan ini masih sangat kotor, nanti tolong dibersihkan dan kasih cap pemkot,” kata Herman. (Gih)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *