3 views

Bank Masih Pelit Gunting Bunga Pinjaman

HARIANFOKUS.COM – Sepanjang sejarah, baru kali ini perbankan memangkas bunga kredit tanpa didahului oleh pergerakan BI rate. Demikian pernyataan Irwan Ariston Napitupulu. Makanya, pengamat pasar modal ini mempertanyakan langkah Bank Indonesia (BI) tak menurunkan suku bunga acuannya, beberapa waktu lalu.

Bukan hanya Irwan, akademisi dan ekonom juga bertanya hal serupa. Sebut saja, Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Emil Salim dan Direktur Eksekutif  Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati. Enny bilang, pemerintah sudah berkomitmen memberikan berbagai stimulus.

“Kalau tidak diimbangi kelonggaran likuiditas berupa penurunan BI rate, maka persoalan high cost economy masih akan terus kita hadapi,” ungkap Enny.

Bank papan atas yang sudah memangkas bunga kredit adalah PT Bank Central Asia (BCA) Tbk. Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, menyatakan, sejak awal tahun BCA menggunting bunga kredit, meski BI rate terus bertahan di posisi 7,5%. Hanya, tiap produk  berbeda-beda penurunan bunganya. “Sudah turun antara 0,25% sampai 2% sejak awal tahun ini,” katanya.

Selain BCA, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri Tbk juga sudah menurunkan bunga kredit terutama kredit ritel. Untuk kredit pemilikan rumah (KPR), PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT Bank CIMB Niaga Tbk yang sudah memangkas bunganya (lihat tabel).

Meski sudah turun, pergerakan bunga kredit perbankan menuju angka yang lebih rendah lagi bak siput. Selain itu, pengguntingan bunga kredit terjadi rata-rata di semester satu. Di paro kedua, tampaknya belum ada satu pun bank yang menurunkan bunga kredit. Contoh PT Pan Indonesia (Panin) Bank Tbk. Pada Februari 2015, Panin menurunkan bunga kredit ritel dari 12,31% ke 12,11% dan bunga kredit mikro dari 21,01% jadi 20,44%. Sejak itu, tak ada lagi koreksi bunga kredit.

Padahal, penyaluran kredit sangat penting bagi perusahaan yang membutuhkan pendaaan untuk ekspansi usaha. Hampir semua bankir yang dihubungi Tabloid KONTAN seolah-olah kompak menjawab, alasannya karena BI rate masih tinggi dan kompetisi sesama bank.

Hery Gunardi, Direktur Mikro dan Ritel Bank Mandiri, belum bisa memastikan apakah banknya akan menurunkan suku bunga kredit lagi sebelum tahun 2015 tutup tahun. Tapi, Bank Mandiri sedang mengkaji penurunan bunga kredit. Dia punya alasan: pemangkasan bunga kredit sangat tergantung dari cost of fund (CoF).

“Kalau BI rate turun, CoF turun. Kalau CoF turun, bunga kredit ada ruang turun,” katanya.

Tapi, Imam Nugroho Soeko, Direktur PT Bank Tabungan Negara (BTN), mengatakan, CoF bukan satu-satunya faktor. Kompetisi juga menjadi faktor BTN mau memangkas bunga kredit atau tidak.

“Kan, kami follower. Mereka menurunkan, mau tidak mau kami juga harus menurunkan,” cetus dia.(Singgih/Ktn)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *