Tahun Depan, BNN Lamsel Janji Tingkatkan Tupoksi

HARIANFOKUS.COM – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan Haryadi menegaskan, tahun depan pihaknya akan meningkatkan peranannya sebagai lembaga pemberantas, penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika di daerah itu.

Pasalnya, sejak berdiri pada 2011 silam, peranan BBN di Bumi Khagom Muffakat baru sebatas menggelar sosialisasi dan pencegahan dengan persentase penanganan/penindakan tertinggi hanya sebesar 30 persen.

“Tahun ini saja, kegiatan kita kebanyakan diisi dengan sosialisasi yang bersifat prepentif dan preentif,” kata dia saat dihubungi VIA telepon, Minggu (27/12/2015).

Haryadi mengaku, di tahun 2016 pihaknya akan ikut andil menjadi peranan penting dalam sektor pemberantas narkoba dengan terjun langsung untuk melakukan razia dibeberapa titik seperti kos-kosan dan hotel.

Sebab menurut dia, daerah-daerah tersebut disinyalir menjadi tempat sebagai jaringan peredaran narkotika hingga penggunaan, karena dianggap mudah, murah dan minim pengawasan.

“Tahun depan, kegiatan kita akan banyak melakukan razia di hotel-hotel dan kos-kosan. Ini inisiatif kita untuk meningkatkan peran dari pada BNN itu sendiri, dengan persentase sebesar 70 persen. Sisanya untuk sosialisasi, rehabilitas dan tes urine,” kata dia.

Haryadi mengaku, tahun ini pihaknya sudah mulai melakukan “Mapping” (pemetaan) titik yang berpotensi terjadi peredaran dan penggunaan barang haram tersebut.

“Tahapan pertama-kan pemetaan dulu, karena ini tidak sembarangan, dan titik-titik yang potensial yakni di daerah perbatasan,” ujarnya.

Menurutnya, para pengguna narkotika tersebut sudah mencakup seluruh elemen masyarakat dengan mayoritas pengguna meliputi swasta, mahasiswa dan para pekerja.

“Ya, rata-rata usia produktif. Tapi untuk kalangan pelajar (Sekolah Menengah Atas) belum ada,” kata dia lagi.

Berdasarkan data yang ada di kantor BNN Kabupaten Lampung Selatan, sepanjang tahun 2015 ini pihak BNN baru mengamankan 6 pelaku penyalagunaan narkotika.

“Mayoritas tersandung kasus sabu-sabu. Dan ini sudah dilimpahkan ke BNN Provinsi,” kata dia.‎(Singgih/Tbn)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *