0 views

Taiwan, Mitra Strategis Dagang Indonesia

HARIANFOKUS.COM – Indonesia telah menjadi mitra dagang terbesar bagi Taiwan dari berbagai produk yang telah di jual dengan total mencapai hingga 11,2 miliar dolar AS pada tahun 2014.

“Pangsa Indonesia sangat besar bagi Taiwan. Produk yang di jual sangat di terima baik masyarakat Indonesia. Maka itu, inovasi produk terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Mr. Wayne Manager of TAITRA di Jakarta, kemarin.

Untuk mendongkrak penjualan, Taiwan External Trade Development Council ( TAITRA ) membuat situs yang berbahasa Indonesia yakni Taiwantrade Indonesian Machinery Zone dan Taiwantrade Online Portal.

Taiwantrade Indonesian Machinery Zone memiliki lebih dari 900 perusahaan mesin dan 5.000 katalog produk termasuk alat dan pemotong mesin, mesin pengangkat, suku cadang mesin dan aksesoris, solusi turn-key dan berbagai jenis mesin lainnya.

Meski situs ini baru diluncurkan selama satu bulan, ia telah mendapatkan 10.524 pengunjung untuk mencari dan membeli produk mesin Taiwan.

“Situs ini akan membantu lebih banyak lagi pembeli lokal menemukan keunggulan produk mesin Taiwan dari situs ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk Taiwantrade Online Portal yang diluncurkan tahun 2002, berisi 70.000 perusahaan sebagai pemasok barang dan lebih dari 390.000 katalog produk. Industri yang termasuk di dalam naungan Taiwantrade yakni suku cadang mobil, mesin, perangkat keras dan masih banyak lagi.

Dengan lebih dari 97 persen eksportir Taiwan dan produk perusahaan tercantum dalam situs ini, tentunya tidak diragukan bagi setiap pihak mengunjungi situs ini.

“Situs ini menjadi semakin populer dengan lebih dari 85.000 pengguna dari seluruh dunia setiap hari,” paparnya.

Taiwantrade melayani pengguna dari seluruh dunia seperti Amerika Serikat, India, Tiongkok dan perusahaan terkemuka misalnya seperti Walgreen, EMC, T&T. Untuk mengatasi kendala bahasa, Taiwantrade baru saja meluncurkan serangkaian localized pages yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa untuk memudahkan pengguna yang tidak bisa Bahasa Inggris.

Localized pages ini dirancang untuk meminimalisir kesenjangan bahasa antara pembeli dari luar Taiwan dengan pemasok barang asal Taiwan.Diantaranya Arabic ICT Zone, the Arabic Automobile Zone, the Spanish ICT Zone, the Indonesian Machinery Zone, the Spanish Green Zone, the Portuguese Automobile Zone dan Russian ICT Zone.

“Kedepannya, Taiwantrade berencana untuk meluncurkan lebih banyak localized pages dalam bahasa lain, termasuk bahasa Jepang dan Bahasa Cina Simplified,” ujarnya.

Masih terkait perdagangan internasional, sebelumnya, Menteri Perdagangan Thomas Lembong menyarankan agar negara-negara anggota ASEAN melakukan reformasi ekonomi, khususnya untuk meningkatkan perekonomian kawasan ASEAN pada tahun 2025.

“Apabila ASEAN ingin lebih meningkatkan pertumbuhan ekonominya, maka kawasan ini harus melakukan reformasi ekonomi,” kata Thomas, dikutip dari Antara.

Di sela-sela pertemuan KTT ASEAN ke-27 yang diselenggarakan di Kuala lumpur, Malaysia, Thomas memaparkan Paket Kebijakan Ekonomi pada Global Investors’ Dialogue. Pada pertemuan tersebut para Menteri Ekonomi ASEAN berdiskusi dengan beberapa investor berskala dunia yang berminat menanamkan modalnya di ASEAN.

“Indonesia telah menerbitkan beberapa paket kebijakan ekonomi yang diharapkan mampu menarik masuknya investor sehingga dapat menumbuhkan perekonomian nasional tahun depan,” kata Thomas.

Paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia merupakan bagian dari reformasi ekonomi yang sedang dilaksanakan Pemerintahan Joko Widodo. Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas investasi di bidang infrastruktur, energi, pasokan air, transportasi, dan sektor lainnya yang diharapkan dapat semakin menunjang peningkatan integrasi ASEAN.

Thomas yang kerap disapa Tom tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Vietnam atas inisiatifnya membangun perekonomian melalui industri berteknologi tinggi. Hal itu pula yang telah mendorong Vietnam menandatangani perjanjian Free Trade Agreement dengan Uni Eropa dan Trans Pacific Partnership (TPP) beberapa waktu lalu. Reformasi ekonomi ini merupakan langkah yang sangat berani dan diperkirakan akan membawa pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi Vietnam. (Singgih/Ktn)

 

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *