16 views

Brigjen Ike Edwin Jabat Kapolda Lampung

HARIANFOKUS.COM – Hari pertama ditahun baru 2016 terjadi pergantian pejabat teras di Provinsi Lampung. Kapolda Lampung Brigjen Edward Syah Pernong diganti.

Kapolda Lampung Brigjen Edward Syah Pernong digantikan Brigjen Ike Edwin. Mantan Wakil Kapolda Sulawesi Selatan Brigadir Jenderal Polisi Ike Edwin ditunjuk memegang tongkat komando Korps Bhayangkara Lampung menggantikan Brigjen Edward Syah Pernong.

Penunjukan Ike Edwin sebagai Kapolda Lampung tertuang dalam telegram rahasia Kapolri Nomor ST/2718/XII/2015 tertanggal 31 Desember 2015 yang ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan.

Adapun Brigjen Edward Syah Pernong dimutasi menjadi analis kebijakan utama bidang manajemen Staf Ahli Kapolri. Kepala Bidang Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih membenarkan informasi adanya pergantian orang nomor satu di Polda Lampung. “Ya ada pergantian jabatan kapolda. Pak Edward diganti Brigjen Ike Edwin,” kata Sulis, Jumat (1/1).

Selain itu, pejabat utama Polda Lampung yang juga dimutasi adalah Ajun Komisaris Besar Kukuh. Kukuh yang menjabat Kabid Propam Polda Lampung mendapat promosi menjadi Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Bengkulu.

Brigjen Ike Edwin mengucap syukur atas amanah baru dalam jabatan Kapolda Lampung yang ia terima. Dengan menjabat Kapolda Lampung, Ike menggantikan kakak sepupunya, yakni Edward Syah Pernong.

Ike sendiri merupakan bangsawan Lampung yang mempunyai jabatan cukup bergengsi dalam silsilah kerajaan di Bumi Ruwa Jurai. Ike menjabat Perdana Menteri Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak.

Ike pun mengaku sangat gembira bisa pulang kampung halaman (pulkam). “Alhamdulillah terima kasih. Mohon doanya untuk kelancaran semua,” kata Ike, dihubungi melalui ponsel, Jumat malam. Meski begitu, Ike belum bisa memastikan kapan mulai berdinas di kampung halamannya. “Belum tahu belum ada pemberitahuan (sertijab),” katanya.

Mengenai program pertama yang akan dijalankan setelah memegang tongkat komando kepolisian di Lampung, Ike menyatakan akan memprioritaskan kedekatan polisi dengan masyarakat. Ike menegaskan tidak akan menolerir perilaku sombong di jajarannya. “Polisi harus dekat dengan rakyat. Dekat dengan rakyat artinya mau melayani rakyat, menghindari arogansi. Polisi yang bertindak semaunya, tidak mau berperilaku baik, tidak melayani rakyat dengan baik, tidak akan bisa menjadi orang yang adil,” kata Ike. (Singgih)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *